Daerah

Petani Karet di Kampar keluhkan harga jual rendah

No comment 239 views
banner 160x600

Women face

Penyalainews, Kampar - Jeritan tangisan Petani karet di Kabupaten kampar sejak musim hujan turun beberapa bulan terakhir mengeluhkan harga jual hasil panennya 

Selain karet yang mengalami penurunan, harga karet juga mengalami penurunan dalam kisaran Rp 6.500 hingga Rp 7.500 per kilogram.

"Selain penurunan hasil Karet, aktifitas penyadapan karet juga tergantung dengan cuaca yang saat ini kerap hujan sehingga petani tidak bisa menyadap karet,” ungkap khairunan warga Desa Ganting Damai Kecamatan salo kepada awak media Kamis (6/12).

Pengaruh cuaca ekstrem sangat besar terhadap hasil getah karet karena selain getahnya mengalami penurunan, penyadapan juga tidak bisa dilakukan dengan terus menerus karena bergantung dengan cuaca.

"Aktivitas penyadapan karet kata khairunan lagi yang saat ini sangat bergantung dengan cuaca. Jika cuaca hujan,  karet tidak dapat diambil dan berkualitas buruk lantaran bercampur dengan air. Jadi harus menunggu dulu hingga kering, " ungkapan Khairunan.

Untuk keseimbangan berita awak media mencoba konfirmasi DPRD Kampar lewat Whatsapp, Agus Candra kepada penyalainews mengatakan , bahwa harga karet ditentukan oleh pabrik atau pasar.

"Sekarang pemerintah berupaya menkaseskan petani dengan pabrik agar harga bisa bagus. untuk itu kita mendorong pemerintah mengedukasih masyarakat melalui kelompok petani karet. hasil karet kelompok di negokan harganya dengan pabrik," jelas DPRS Kabupaten Kampar itu

"Tentu dengan grade karet yg udah di tentukan, hal ini pernah di coba di beberpa kecamatan hasilnya bagus, atau pemerintah harus menawarkan produksi setengah jadi (latek),"tutupnya ***red/rfm

M. Sanusi