Aang Kunaifi : Pentingnya Peran Pemantau Pemilu Guna Ciptakan Kualitas Demokrasi

banner 160x600

Women face

PENYALAINEWS.COM, SURABAYA - Dalam rangka sosialisasi peran pemantau pemilihan umum 2019, Bawaslu Provinsi Jawa Timur selenggarakan “Sosialisasi Peran Pemantau Pemilu demi terlaksananya penyelanggaraan Pemilihan Umum 2019 yang demokratis”.

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Majapahit, Jl. Tunjungan No. 102-104, Tegalsari, Surabaya.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Aang Kunaifi dalam pemaparannya mengatakan, peran pemantau memiliki kewajiban, larangan dan kode etiknya.

“Kewajibannya ialah, mematuhi ketentuan peraturan Per UU an, mematuhi kode etik pemantau, menggunakan tanda pengenal, melaporkan jumlah personil, dan menghormati penyelanggara dan adat istiadat,” tegasnya. Sabtu, (13/10)

Larangan bagi pemantau, melakukan kegiatan yang menganggu proses pemilihan, mempengaruhi pemilih dalam menggunakan hak pilih, mencampuri pelaksanaan tugas dan wewenang penyelenggara dan memihak peserta pemilu.

“Kode etik bagi pemantau pemilu yang kami sajikan adalah, non partisipan, tanpa kekerasan, menghormati perUUan & adat istiadat, kesukarelaan, koperatif, obyektif, kejujuran, dan integritas,” tuturnya.

Ketua Lembaga Kajian Hukum dan Pemerintahan (LKHP) Universitas Maarif Hasyim Latief (UMAHA) mengungkapkan, pentingnya partisipasi politik guna mendorong peningkatan kualitas demokrasi dan kehidupan politik bangsa.

Ia juga menambahkan, pentingnya pemantau pemilu itu untuk menciptakan iklim pemilu yang jurdil dan demokratis. “Dan juga sebagai penghormatan terhadap hak-hak pemilih, serta memastikan kedaulatan pemilih dan kualitas pemilu tetap terjaga,” pungkasnya. (arianto)