Bandar sabu besar ditangkap di Kampar Kiri, istri diduga terlibat

Penyalainews, Kampar Kiri  - Tim Opsnal SatRes Narkoba Polres Kampar berhasil menangkap empat anggota jaringan narkoba di wilayah Kecamatan Kampar Kiri, tiga orang pengedar dan seorang bandar shabu ditangkap di dua lokasi berbeda pada Rabu sore dan malam (1/5/2019).

Penangkapan pertama pada pukul 16.00 wib di areal perkebunan sawit wilayah Dusun I Desa Tanjung Mas, 3 orang pengedar ditangkap saat akan bertransaksi yaitu AP alias AN (34), AH alias AM (35) dan BU alias TM (42), semuanya merupakan warga Desa Tanjung Mas Kecamatan Kampar Kiri.

Dari ketiga tersangka ini didapati barang bukti berupa 53 paket narkotika jenis shabu dengan berat 12,54 gram dan beberapa peralatan penggunaan shabu serta 4 unit Hp berbagai merek yang digunakan ketiga pelaku.

Para pelaku ini merupakan target operasi terutama tersangka AP alias AN yang terkenal licin dan sudah 4 kali digerebek Polisi namun selalu lolos, sebelum ditangkap mereka berusaha melarikan diri dan sempat kejar-kejaran dengan petugas dan akhirnya berhasil diringkus.

Setelah mengamankan ketiga tersangka ini kemudian dilakukan penggeledahan yang didampingi oleh aparat desa setempat, petugas menemukan 53 paket narkotika jenis shabu dalam penguasaan tersangka AN.

Usai menangkap ketiga tersangka ini langsung dilakukan pengembangan, petugas mendapat informasi bahwa narkotika tersebut berasal dari seorang bandar shabu yaitu SB alias ZM (37) warga Desa Kuntu Kecamatan Kampar Kiri.

Malam harinya sekitar pukul 22.00 wib, gembong narkoba ini berhasil diringkus dikampungnya saat mencoba melarikan diri, setelah digeledah rumahnya ditemukan barang bukti 5 paket besar narkotika jenis shabu seberat 174 gram, 1 unit timbangan digital, 3 buah buku catatan penjualan dan beberapa barang bukti lainnya terkait kasus ini.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa ke-empat tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.

Selain menangkap ke empat pelaku, dugaan sementara istri dari pelaku "SB"berinisial "R" yang juga sebagai bidan desa Kuntu diduga kuat terlibat jaringan haram ini.

Dari pantauan media dilapangkan dan laporan masyarakat setempat, diduga kuat "R" membantu "SB" untuk mengedarkan barang haram tersebut kebeberapa orang pengguna sabu. hal tersebut dikuatkan dengan buku catatan penjualan sabu milik "SB" dan SMS dari telepon genggam milik "R" yang disita oleh petugas polres Kampar.

Sehubungan dengan adanya informasi bahwa istri pelaku "SB" yang hingga saat ini masih berkeliaran bebas, LSM Anti Narkoba Provinsi Riau (ANPR) melalui Kabid penindakan, M. Yurnalis menegaskan bahwa penyidik polres Kampar harus bertindak tegas dengan menangkap dan turut memproses "R" kerna diduga kuat "R" akan tetap melakukan transaksi dengan pengguna dan pengedar diwilayah Kampar kiri, sehingga dengan ditangkapnya inisial "R" tersebut akan memutus mata rantai dari peredaran narkotika diwilayah tersebut.

"Penyidik harus melakukan proses hukum terhadap terduga "R", karena berdasarkan laporan masyarakat, kuat dugaan bahwa "R" lah yang membantu "SB" dalam mengirimkan dan mengantarkan barang dan sekaligus mengatur keuangan dari transaksi jual beli barang haram milik "SB" kepada para pelaku dan pengguna narkoba lainnya di Kampar kiri". Tutup M. Yurnalis (05/05/2019)***red/rls 

Comment