BPWS Tidak Memberi Dampak Positif Bagi Pembangunan Madura

banner 160x600

Women face

PENYALAINEWS.COM | SUMENEP - Kandidat Calon Ketua Umum PKC PMII Jatim yang sekaligus aktivis KMS  SUMEKAR meminta presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membubarkan keberadaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Pasalnya, kinerja BPWS dinilai lamban.

Imam bongakar ( biasa dipanggil ), juga menuding selama ini BPWS tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan Madura. Padahal, Pemerintah Pusat sudah memberikan anggaran yang besar kepada BPWS untuk melakukan pembangunan di Madura.

“BPWS itu anggaranya sejak berdiri hingga saat ini sangat besar. Tapi mana bukti pembangunannya, kok tidak tampak untuk kemajuan Madura,” kata Ketua KMS, Imam Arifin, Selasa (28/8), saat dikonfirmasi.

Selain itu, Imam Bongkar juga melihat ada banyak proyek BPWS yang fiktif dan diduga bermasalah.

“Iya ada yang bermasalah juga, seperti Proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang ada di Desa Candi, Kecamatan Dungkek Sumenep, itu anggarannya mencapai 5,1 M. Proyek bermasalah itu bahkan pernah ditangani Kejari Sumenep,” terangnya.

Kasus lainnya, lanjut Imam, tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di akses Suramadu sisi Madura seringkali banyak yang roboh. Parahnya lagi, hal tersebut seolah tidak ada perawatan dan perbaikan secara berkala.

“Kalau sering ada yang roboh kwalitas barang, pemeliharaa secara berkala dan perbaikannya perlu dipertanyakan". Imbuhnya

Oleh sebab itu, Imam mempertanyakan wujud hasil dari BPWS yang selama ini beranggapan sudah melakukan pemberdayaan pada masyarakat-masyarakat. Dirinya menyebut, jika masih banyak program-program BPWS lainnya yang tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, dirinya menilai BPWS lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya bagi masyarakat Madura.

“Lebih baik Presiden Jokowi mengevaluasi dan membubarkan. Sekali lagi, saya minta pada yang terhormat Presiden Jokowi, bubarkan BPWS,” desaknya. (arianto)