Dinilai Sibuk Pencitraan di Medsos, Bupati Pelalawan diminta Fokus Pada Program Kerakyatan Yang Adil dan Beradap

Penyalainews, Jajak - Setelah dilantik pada 26 April lalu Bupati Pelalawan H.Zukri dan Wakil Bupati H. Nazarudin terus bergerak menggerakkan roda pemerintahannya yang digadang-gadang oleh sebagian pihak akan membawa Pelalawan menuju perubahan.

Dari jajak oleh seorang tokoh muda yang bisa dikatakan bukan simpatisan, menilai roda pemerintahan kabupaten Pelalawan agak sedikit impresif. 

Lewat pengamatannya, Bupati Pelalawan terlalu sibuk eksis dimedsos baik itu giat  resmi maupun tidak mendapat sentilan dan saran dari Tokoh Muda sekaligus mantan aktivis Said Muhklis, dari hasil rekam jejak digital Mukhlis menyebutkkan Bupati dan Wakil Bupati itu terlalu sibuk menginisiasi pencitraan dimedia sosial.

"Memang tidak ada 'salahnya', tapi kalau saya melihat manfaatnya itu sedikit kurang tepat, kita ini dalam masa transisi ditambah lagi wabah pandemi harus terus ditekan, kalau setahu saya program Jokowi itu adil dan beradap, saya tak mau menyebutkan maksudnya apa, kalau sebagian yang tahu mungkin tutup mata, karena oposisi dari Bupati Pelalawan ini sangat sedikit, saya cuma memberi saran, Bupati Pelalawan Fokuslah Pada Program Kerakyatan Yang Adil dan Beradap, walaupun masih didurasi 100 hari kerjanya," sebut Mukhlis ketika dihubungi Penyalainews.com melalui telpon seluler, Minggu ( 18/07).

Kalau menunggu APBD, Muhklis menilai semua orangpun bisa menjalakan jabatan sebagai kepala daerah, Bupati Pelalawan itu institusi politiknya sangat intim dengan pemerintah pusat, sangat banyak program kerakyatan yang dikucurkan saat ini.

"Kalau dia lihai menjemput bola akan banyak program kerakyatan direalisasikan saat ini, dari pada jepretan sana-sini hanya untuk mengisi giat acara, saya cuma memberi saran pak Bupati Zukri jangan terlalu mengeja birokrasi saat ini, kita tidak munafik, lebih baik sama-sama kita bergerak, bagi-bagi tugas, jangan takut pak kita hanya ingin Pelalawan maju, yang lalu ya sudahlah, zaman sudah berubah,"ucapnya.

Terakhir, kata Mukhlis memang setiap insan manusia tidak ada yang sempurna, tetapi sebagai pemimpin kita tidak dianjurkan berdinamika bersama masyarakat.

"Semua itu dinamis, yang kita butuhkan Bupati kita itu benar-benar memperjuangkan hak rakyat, karena masih banyak masalah yang harus diuraikan di Negeri Seiya Sekata ini, saya selaku tokoh muda hanya memberi saran, yang baik boleh diterima, buruknya silah diurungkan, mudah-mudahan Pak Zukri bisa mengerti jajak saya ini, jangan terenyuh pada sanjungan saja, karena kritik pun perlu agar lebih baik"tutupnya***red/rfm

Rezky FM

Comment