Geruduk Kantor Gubernur Bali, Demonstran Desak Pembebasan Jerinx

Penyalainews- Massa yang menamakan diri Frontier Bali dan Aliansi Kami Bersama JRX menggelar aksi damai dengan mendatangi Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (8/9). Mereka mendesak pembebasan I Gede Ari Astina atau Jerinx yang kini ditahan di Polda Bali, serta meminta pencabutan Undang-Undang ITE yang menurut mereka banyak pasal karet sehingga membungkam masyarakat yang melakukan kritik.

"Hari ini kami frontier Bali bersama Aliansi Kami Bersama JRX turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi kami menuntut pembebasan Jerinx," kata Made Krisna Bokis Dinata selaku Sekjen Frouter Bali di depan Kantor Gubernur Bali, Selasa (8/9).

Menurut Bokis, apa yang dilakukan Jerinx adalah tindakan gentle yang dilakukan di masa pandemi Covid-19. "Saya pikir itu bukan tindakan yang tidak gentle di kala masa pandemi ini. Di mana ketika memenuhi kebutuhan pokok itu seharusnya menjadi kewajiban pemerintah, namun hal itu dilakukan oleh seorang Jerinx. Jadi sosok Jerinx menurut saya paling pemberani," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya meminta pemerintah agar segera mencabut Undang-undang ITE yang menurutnya banyak pasal karet. "Seperti diketahui, banyak pasal-pasal karet yang salah satu pasal menjerat kawan kami Jerinx. Dan pasal itu segera dicabut karena benar-benar banyak pasal-pasal karet yang bisa saja mengenai orang-orang," jelasnya.

Ia berharap Jerinx segera dibebaskan karena bukan seorang penjahat. "Pasal-pasal karetnya dihilangkan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini. Sebab, faktanya apa yang dilakukan oleh Jerinx sebuah kritik dan di mana kritik tersebut menyuarakan aspirasi banyak orang yang bersumber dari keresahan. Dia (Jerinx) melihat ibu-ibu hamil, kehilangan janin dan sebagainya, ini kritik. Namun adanya UUD ITE itu adalah pintu masuk yang kita lihat sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik," ujar Bokis.***red/frdS

Sumber: Merdeka.com

Comment