Kasus Mark Up Bibit Bawang, Aktifis Minta Mantan Kadis Pertanian Diperiksa

Penyalainews, Sulawesi Selatan - Aktifis Gerakan Pemuda Intektual (GPI) Sulsel mendesak Polda Sulsel untuk mengusut dugaan adanya Mark Up anggaran pada pengadaan bibit bawang Merah dan Cultivator di Kabupaten Enrekang.

Para aktifivis menyebutkan dalam proses pengadaan bawang merah dan cultivatur yang bersumber dari APBD 2017 yang dikelola oleh pihak Dinas Pertanian, terjadi adanya dugaan tindak pidana korupsi adanya dugaan mark up.

“Kami menilai Dinas pertanian Kabupaten Enrekang lakukan pemalsuan dokumen bahwa benih bawang merah tersebut di campur antara beda variates dan bibit lokal enrekang yang di sortir, dan di berikan label hingga menyerupai bibit unggul tanpa melalui prosedur yang resmi melalui penangkaran bibit resmi,” ucap, Muh Taufiq,  Kamis (5/9/2019).

Olehnya, Muh Taufiq mendesak penyidik Polda Sulsel segera memeriksa mantan Kadis Pertanian Kabupaten Enrekang, Arsil Bagenda yang diduga ikut bermain dalam kasus tersebut.

“Kami meminta agar penyidik segera panggil semua yang terlibat dalam kasus ini,  termasuk mantan Kadis Pertanian Enrekang Arsil Bagenda bersama dengan para rekanan dan kontraktor dalam proyek pengadaan bibit bawang merah ini,” tuturnya.

Diketahui akibat dugaan mark up tersebut petani di kabupaten Enrekang mengalami kerugian serta mengalami gagal panen hampir mecapai 90 persen. Para petani tak bisa menikmati hasil dari tanaman tersebut.

Sementara, Plt Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Sutomo mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut.

“Kami menerima aspirasinya dan segera akan mengawal terus kasus ini,”***red/rls

Comment