Kepsek SMPN 25 Pekanbaru Bicara Terkait Uang 1,9 Juta

Penyalainews, Pekanbaru - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 25 Pekanbaru, angkat bicara terkait isu pungutan uang sebesar 1,9 Juta per siswa untuk pembelian baju seragam sekolah.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan para wali murid. Membahas pengadaan baju seragam sebanyak 6 stel, yakni baju putih dongker, baju pramuka, baju batik, baju Olahraga, baju khusus dan baju Melayu. Walau saat itu, tidak semua perwakilan yang hadir.

“Kemarin, ini sudah kita rapatkan dengan orang tua. Mereka semua setuju dengan hal yang kita sampaikan. Ada buktinya pertemuan kemarin, ada absensinya”, jawab Suwarni M.Pd selaku Kepsek SMPN 25

Terkait besaran harga, Suwarni katakan dia sudah berkoordinasi dengan sekolah yang berdekatan dengan lokasi sekolah nya. Itu dilakukan agar sekolah nya tidak terlalu tinggi atau rendah menakar harga baju.

“Sekolah hanya menawarkan kepada orang tua, tidak ada unsur paksaan kok. Kalau mereka punya baju kakaknya yang bisa dipakai, gak masalah. Mau jahit sendiri juga gak apa-apa”, kata dia dengan logat jawanya.

Pihak sekolah, juga memberikan toleransi. Nantinya, memberikan potongan harga bagi siswa yang kurang mampu atau siswa yatim piatu.

” Harga segitu tidak sekaligus dibayarkan. Bisa dicicil sampai Desember, kami juga berikan toleransi nanti bagi anak yatim piatu”, beber dia

Selama tiga tahun dia menjabat, pihak sekolah selalu malakukan pengadaan baju seragam. Dan dia akui tahun ini ada peningkatan harga.

“Baru tahun ini, saya dengar isu seperti ini. Tahun sebelumnya masih aman aja, iya, tahun ini ada kenaikan 25 ribu”, jelasnya

Jumlah siswa baru, Dia jelaskan. Sebanyak 3 kelas di isi 40 siswa, dan sisanya tidak sampai terpenuhi. ” Kita punya siswa baru sekitar 300, ada kelas yang penuh dan ada yang tidak juga”, tambahnya.***red/frd

Sumber : Haluanriau.co

 

 

 

Comment