Serba-serbi

Malam Tahun Baru, Warga Padati Car Free Night di Bundaran HI-Monas

banner 160x600

Women face

Penyalainews, Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak siang tadi tidak menyurutkan antusias warga menikmati Car Free Night di Jalan Sudirman-Thamrin, khususnya kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Mereka ingin menikmati malam pergantian tahun.

Pantauan di lokasi, masyarakat dari berbagai daerah mulai datang ke Bundaran HI. Hujan yang semakin mereda pukul 22.00 WIB membuat mobilitas massa lebih mudah.

Salah satunya Rizky (23) warga Depok, Jawa Barat. Dia datang bersama sejumlah rekannya dan memilih berjalan kaki di sepanjang jalur protokol Thamrin.

"Enggak beda seperti CFD, cuma ya malam aja. Di Bundaran HI saja tahun baruannya. Tahun lalu susah pulang di Monas. Macet, padat orang. Ancol juga," tutur Rizky saat berbincang dengan di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Warga lainnya juga tampak menghabiskan waktu hingga dekat waktu pergantian tahun dengan bermain game online. Cuaca hujan dan angin kencang membuat mereka mencari tempat berteduh.

Sementara itu, sebuah panggung didirikan di seberang kolam Bundaran HI. Sejumlah musisi lokal menghibur para penikmat Car Free Night dengan lantunan lagu berbagai genre.

Letupan kembang api juga dilepas sejumlah warga ke langit. Personel kepolisian pun sigap mengawal agar mereka mendapatkan rasa aman selama acara. Termasuk dari lalu lalang bus Transjakarta.

Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga akan turut menemani warga dalam acara perayaan Tahun Baru di Bundaran HI.

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan, untuk menjaga kondusivitas Car Free Night, pihaknya menutup 18 titik ruas jalan yang mengarah ke Jalan Sudirman-Thamrin. Seperti jalur mengarah ke Patung Kuda dan Monas.

"Memang jika dibandingkan dengan tahun lalu, ada beberapa faktor secara kasat mata mungkin memang terjadi penurunan (pengunjung malam tahun baru Bundaran HI). Tapi bagaimana pun kita juga melihat faktor-faktor yang lain, sektor-sektor yang lain," jelas Refdi.


Sementara itu, pengunjung di Monas juga antusias dalam melaksanakan pergantian tahun. Para pedagang kaki lima pun juga ikut memadati Monas, baik di bagian dalam Monas maupun bagian luar Monas.

Banyak para pengunjung yang nekat merayakan pergantian tahun di Monas dalam keadaan hujan sambil membawa anak-anaknya yang masih di bawah umur 5 tahun.

Rani salah seorang warga Bekasi yang rela datang bersama dengan suami dan anaknya ke Monas, untuk merayakan pergantian tahun. Meski hujan, ia tetap ingin melihat kembang api di Monas.

"Saya dari sore sudah di Monas, tadi sempat neduh dulu di situ (pos penjagaan dalam monas). Soalnya ujannya lumayan. Kita sengaja masih di sini soalnya mau rayain tahun baru di Monas sama banyak orang," kata Rani di lokasi.

Sementara itu, hal serupa juga diutarakan oleh Juri yang merupakan seorang pedagang kopi keliling. Ia mengaku, tetap harus jualan meskipun hujan turun membasahi tubuhnya.

"Namanya juga jualan mas, mau panas mau hujan kan tetap jualan. Apalagi lagi ramai orang ini pada mau ngerayain tahun baru," ujar Juri.

Meskipun banyak pengunjung silih berganti berdatangan ke Monas, untuk harga minuman tetap ia jual seperti hari biasanya dan tak menaikkan harga dagangan yang ia jual.

"Tetap saja kalau harga mah sama saja. Banyak orang juga ini jarang ada yang beli juga, soalnya banyak pedagang juga sih," ungkapnya.***red/rfm

Sumber : Merdeka.com