Massa Demo Pro dan Kontra Anies Nyaris Bentrok Karena Kabar Hoaks

Penyalainews , Jakarta - Aksi massa antara pendukung Anies Baswedan dan massa yang menuntut diturunkan, sempat memanas. Hal tersebut ditandai dengan pergerakan dari massa pro yang mendatangi tempat massa 'Suara Rakyat Bersatu Jakarta Bergerak' melakukan aksi.

Pantauan merdeka.com, kedua kelompok menjalankan aksi di tempatnya masing-masing. Kelompok pro di Balai Kota, sementara kelompok kontra di depan gerbang yang berhadapan dengan kawasan Patung Kuda, jalan Merdeka Barat.

Tiba-tiba massa pro terpantau bergerak ke arah massa kontra. Massa pro lalu memenuhi dua ruas jalan Medan Merdeka Selatan, depan Balai kota. Hal ini sempat membuat ruas jalan Medan Merdeka Selatan ditutup sementara.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, hal tersebut terjadi karena adanya kabar hoaks yang beredar. Meskipun demikian, dia tidak menjelaskan secara lebih rinci terkait hal itu.

"Terjadi tadi. Sempat disebar isu bahwa ada yang dipukul sehingga mereka lari semua ke kelompok sini," kata Heru, ketika ditemui, di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (14/1).

Pergerakan massa pro kemudian dihentikan dengan barikade polisi di pertigaan dekat Wisma Antara. Selanjutnya massa pro diminta mundur, baik oleh pihak kepolisian maupun oleh koordinatornya untuk kembali ke tempat aksi.

"Tapi untung kita cepat menghalau sehingga tidak sempat terjadi pertemuan antara pro dan kontra," jelas Heru.

Dia mengakui, bahwa dalam situasi seperti aksi unjuk rasa, memang sangat rentan dari kabar-kabar hoaks. Terkait hal tersebut, jelas dia, pun sudah disampaikan kepada massa yang menjalankan aksi.

"Kita berharap situasi seperti begini memang paling gampang untuk dipicu. Dari awal saya sudah sampaikan ke kelompok mereka tadi, hati-hati ini situasi seperti kayak begini. Kita khawatir ada yang memicu dalam bentuk hoaks, menyebar ke medsos. Itu akan sangat berbahaya," ujarnya.

"Arus lalu lintas sempat ditutup dua jalur, karena mereka turun di tengah-tengah (jalan) tapi sekarang sudah terbuka karena mereka sudah kembali lagi ke Balai Kota dan ini sudah bubar. Dari kelompok pro tadi berharap, 'Pak, yang kontra ini tolong dibubarkan'. ini sudah kita bubarkan," tandas dia.***red/frd

Sumber : Merdeka.com

Comment