Megawati Soekarnoputri, “Pasar Rakyat Wujud Implementasi Pola Pembangunan Berdikari”

banner 160x600

Women face

Penyalaines, Jatim - Bila bersama rakyat bawah, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengakui sering tak bisa menahan tangis. Karena rakyat tak banyak cakap kata ketika ditanya, mengapa memilih partai berlambang banteng moncong putih ini. Alasan yang selalu diingat Megawati hanya satu, mereka hidup dan mati ikut Bung Karno, pejah gesang ndherek Bung Karno.  

“Bu, kita ini pejah gesang ndherek Bung Karno, tidak memerinci apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Tapi itu adalah sebuah statement politik, mengapa mau ikut Bung Karno. Karena mereka tahu kalau ikut Bung Karno, ajaran beliau itulah yang sebenarnya dapat memakmurkan Indonesia,” kata Megawati di hadapan ribuan kader peserta Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (3/2).

Megawati sangat menghargai kepolosan massa akar rumput ini, namun juga prihatin jika melihat kalangan elit PDI Perjuangan, baik di struktur partai, legislatif dan eksekutif, masih ada yang belum menghayati serta menjalankan keinginan arus bawah, mayoritas mereka kader pengurus partai di tingkat Anak Ranting, Ranting hingga Anak Cabang. Sedangkan pengurus DPC, DPD, dan DPP adalah kalangan menengah, elit partai yang wajib turun ke bawah mendengar keluh kesah rakyat.

“Tanpa para kader di tingkat Anak Ranting, Ranting, dan Anak Cabang, para elit partai tidak akan bisa jadi pejabat. Mereka yang sudah jadi ini wajib merawat dan memperhatikan PAC hingga Anak Ranting,” jelas Megawati.

Dalam Rakerdasus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Megawati mengajak seluruh kader, simpatisan partai untuk bergotongroyong memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti untuk Pilgub Jawa Timur dan Pilkada serentak di kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Untuk menguji kesiapan menghadapi Pilgub dan Pilkada Jawa Timur, Megawati menanyakan berapa jumlah kabupaten dan kota kepada peserta Rakerdasus.

“Siapa yang belum tahu kota dan kabupaten mana saja yang menyelenggara Pilkada,” tanya Megawati.

Para peserta Rakerdasus yang semula riuh, saling berbicara sendiri perlahan senyap. Tidak ada jawaban yang diberikan. Megawati kemudian meminta seluruh Ketua DPC PDI Perjuangan untuk maju ke depan berdiri menghadap pimpinan rapat. “Kok cuma sedikit yang berdiri.”    

Ruangan rapat kembali riuh, sebagian peserta bertepuk tangan, sebagian lagi meminta para Ketua DPC segera bergegas lari ke depan forum. Setelah berhitung seharusnya lengkap 38 DPC Kabupaten dan Kota, namun ternyata masih kurang tiga. Megawati meminta Pelaksana Tugas (PLT) atau sekretaris dari DPC PDI Perjuangan yang tidak hadir juga ke depan forum.

“Mengapa Ketua tidak datang. Tadi sekretaris DPC Kediri mengatakan ketuanya sedang pergi ke Australia. Sekarang para ketua angkat tangan, siapa yang sama sekali belum mengadakan rapat untuk Pilkada serentak ini,?” tanya Megawati.

Tercatat 18 daerah di Jawa Timur akan menghelat hajatan pilkada serentak antara lain, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Tulungagung, Kota Mojokerto, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Pamekasan.

Putri Bung Karno itu juga menekankan arti penting konsolidasi partai dan memberi peringatan para kader yang menjabat bupati, walikota, dan ketua DPRD tapi tidak pernah mengadakan rapat dengan struktur partai. Meskipun rangkap jabatan, tugas kepartaian tetap harus dijalankan. Jika tidak dilaksanakan harus siap posisinya di partai diganti oleh kader yang lain.

Megawati mengatakan pilgub Jawa Timur harus dimenangkan. Kemenangan ini menjadi arti penting bagi tegaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa yang belakangan hendak diruntuhkan oleh sekelompok orang. Demi menjaga Pancasila dan persatuan Indonesia, Megawati sudah berbicara dengan para sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan menjalin kerjasama.

“Ketua PB NU, Pak Said Aqil Siradj mengatakan kepada saya agar menjadikan Pak Syaiful. Kalau dari Ibu siapa calonnya? Mbak Puti ini anak adalah kakak saya, Guntur Soekarno Putra. Tadinya Mbak Puti untuk Jawa Barat. Tapi sebagai ketua umum saya membuat kalkulasi, bahwa nantinya Jawa Barat adalah betul-betul battle pertempuran kita dengan jumlah penduduk dan pemilih yang besar,” jelas Megawati.

Setelah Mbak Puti menjadi cawagub, Megawati menanyakan komitmen dukungan para peserta rapat. “Siapa sekarang yang masih setengah hati? Jawab tidak usah takut, di belakang pasti berbunyi, di depan pasti diam. Jadi sepulang saya dari sini, jangan pikir saya tidak memantau. Saya tidak mengancam, kalau mengancam itu diam-diam dan menusuk dari belakang.”

Megawati mengingatkan bahwa peserta Rakerdasus bukan peserta biasa, tapi adalah utusan yang membawa dan menyerap aspirasi sejak dari bawah seluruh masyarakat Jawa Timur. Gus Ipul-Mbak Puti harus menang, jangan permalukan PDI Perjuangan. Kalau ajaran Bung Karno terus dilanjutkan, cita-cita yang terkandung dalam Indonesia Raya pasti terwujud. Hal ini terkait visi misi calon kepala daerah yang sekarang dibuat oleh DPP PDI Perjuangan, bukan oleh masing-masing calon. Kebijakan partai ini dilandasi oleh sistem dan pembangunan untuk Indonesia Raya yakni Pola Pembangunan Semesta Berencana hasil pikiran 600-an ahli setiap bidang pembangunan era Bung Karno.

Sebagai contoh soal pasar, seharusnya membangun pasar rakyat bukan mall. Pasar yang bersih dan benar-benar milik rakyat, tidak membebani para pedagang tradisional dengan mengutip uang dari pasar rakyat tersebut. “Ajari rakyat untuk bisa dan menghargai hidup bersih. Karena itu, adalah ruang pembelajaran yang harus terus dibuka. Kita ajari menghargai pendidikan dan kesehatan,” ujar Megawati. (Pram)***red

Sumber : www.pdiperjuangan.id