Pasca Jatuhnya Pesawat Lion Air, Belum Ada Penumpang Yang Membatalkan Keberangkatan

banner 160x600

Women face

Penyalainews, Banda Aceh - Manajemen Lion Air Banda Aceh menyatakan, tidak terdapat calon penumpang membatalkan keberangkatkan pascajatuhnya pesawat maskapai tersebut di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

"Hingga hari ketiga ini, belum ada (calon) penumpang yang nyatakan batal, karena takut naik Lion. Belum," kata Chief Sales Lion Air Perwakilan Banda Aceh, Muhammad Firdaus di Banda Aceh, Rabu.

Mayoritas penumpang maskapai berlogo Singa Merah itu, lanjutnya, baik yang tiba atau berangkat di provinsi ini, belum menimbulkan trauma atas insiden dialami nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Hal tersebut dipastikan setelah pihakya menerima laporan dalam tiga hari terakhir dari sekitar 70-an perusahaan biro perjalanan di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Operasional maskapai Lion Air Group di Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar melayani sembilan kali penerbangan pulang pergi dengan tiga operator.

Di antaranya Lion Air tujuan Cengkareng via transit Medan sebanyak enam kali, Batik Air tujuan Cengkareng dan Jakarta, dan Malindo Air tujuan Penang di Malaysia.

"Alhamdulillah, pengertian masyarakat di Aceh masing tinggi. Dan pengawasan di Bandara Sultan Iskandar Muda dilakukan super ketat," katanya.

Seperti diketahui, Pesawat tipe Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT 610 milik Lion Air yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang jatuh jatuh Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB.

Basarnas memastikan pesawat Lion Air JT 610 bernomor registrasi PK-LQP tersebut membawa 178 penumpang dewasa, satu anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot, dan lima awak pesawat. 
   
Presiden Jokowi meminta maskapai penyedia penerbangan bertarif rendah (LCC) memperketat manajemen keselamatan menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

"Di semua negara, yang namanya LCC ada. Yang paling penting bagaimana manajemen keselamatan penumpang diperketat. Semua, tidak ada negara di manapun yang menginginkan musibah kecelakaan pesawat seperti itu," kata Presiden.***red/rfm

Sumber : Antarariau