Advertorial

Pemerintah Kabupaten Rohil berharap menjadi pusat lumbung Padi terbesar diriau

banner 160x600

Women face

Penyalainews, Rokan Hilir - Pemerintah Kabupaten (PEMKAB ) Rokan Hilir (ROHIL ) bertekat dan terus melakukan pembenahan untuk menjadi penghasil lumbung pangan terbesar dipropinsi riau. agar hal itu terwujud, pemkab rohil yang berjuluk negeri seribu kubah ini terus mengembangkan areal pertanian dan menambah lahan persawahan baru terutama dikecamatan yang lahannya berpotensi dengan tanaman padi.

Bupati Rohil , H Suyatno Amp mengatakan kalau tanaman pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. namun demikian, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan itu tidaklah hanya semata-mata dibebankan kepada pemerintah saja melainkan semua pihak sebagimana yang tercantum didalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang ketahanan pangan, “ucapnya.

untuk itu bupati meminta kepada masyarakat agar tidak mengalih fungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini.

“Tolong dipertahankan dan jangan dialihfungsikan, karena hasil padi sangatlah menjajikan,” pintanya.

menurutnya, saat ini sudah begitu luas lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit oleh masyarakat. pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomi yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.

Akan tetapi, lanjutnya, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. penyebabnya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencarian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.

1544074803-Penyalai News-IMG-20181205-WA0009

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa kabupaten rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi riau yang harus di pertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah.

Pemerintah kabupaten rokan hilir (rohil) saat ini sedang menggalakkan program konsumsi beras lokal terhadap seluruh aparatur sipil negara (asn) yang ada di rohil.

“Pengenai beras lokal kita sudah support dinas ketahanan pangan dan pertanian setempat agar bagaimana bulan ini juga hingga selanjutnya ada sampel untuk penggunaan beras lokal. karena kita sangat mendorong asn khususnya di badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) untuk membeli beras tersebut,” kata kepala bappeda rohil, hm job kurniawan ap msi.

Untuk tahap awal sebutnya akan di mulai dari bappeda sebagai pembuka awal penerapan program yang telah lama di ingin oleh bupati rohil yang sedang cuti h suyatno.

“Seperti kita di bappeda tahap awal  akan memesan 250 kilo gram, dan nanti akan kita lakukan pendataan,” jelasnya.

Selain itu tambahnya, setelah mengetahui adanya penerapan konsumsi beras lokal tersebut, sudah banyak camat yang bersedia menjalankan nya. “program ini dilakukan supaya petani kita tidak lagi tergantung dari riba dan sebagainya sehingga mereka bebas jual. dimana beras jual mahal disitu pula mereka bebas menjualnya,” katanya pula.

Sejauh ini terangnya sudah ada yang menampung dan mensupport beras tersebut yakni dewan masjid indonesia (dmi) rohil, dinas koperasi dan usaha kecil menengah, serta dinas ketahanan pangan dan pertanian setempat.

Sementara terkait kualitas, beras lokal tidak kalah dengan beras-beras yang datang dari luar, bahkan harganya juga terjangkau. “untuk harga jual sementara perkilonya rp11.000, jadi kalau dalam bungkusan lima kilogram harganya rp55.000 perbungkus. kalau bungkusnya 10 kilogram berarti rp110.000 perbungkus,” pungkas job kurniawan.

Wakil bupati (wabup) rohil, drs h jamiluddin melakukan panen raya padi seluas satu hektare di kepenghuluan teluk piyai, kecamatan kubu

Usai melakukan panen raya, plt bupati serta rombongan melanjutkan melakukan peninjauan lahan yang nantinya akan dijadikan tanggul waduk air untuk mengatur debit air yang akan mengaliri persawahan.

Selanjutnya jamiluddin menyerahkan bantuan dari pemprov riau berupa satu unit mesin pompa air serta tujuh hand sprayer kepada kelompok tani setempat. “bantuan dari pemprov riau terbanyak di rohil berada di kecamatan kubu, mulai dari infrastruktur jalan maupun bantuan lainnya dengan total hampir mencapai rp60 miliar,” ujar jamiludin.

Dia berharap bantuan yang telah diberikan tesebut agar bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. sementara ketua kelompok tani pelita, kecamatan kubu, sutiswono mengucapkan terima kasih kepada pemprov riau maupun pemerintah daerah setempat yang telah memberikan bantuan.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat mensejahterakan petani khususnya di kecamatan kubu,” tuturnya.***adv