Regu Pemadam Karhutla Dumai Pendinginan Tiga Lokasi, begini penjelasannya

Penyalainews, Pekanbaru - Regu pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai sejak Senin (5/8) hingga Selasa hari ini melakukan pendinginan di tiga lokasi kebakaran hutan dan lahan seluas 20 hektar di Kelurahan Basilam Baru dan 1 hektare di Kelurahan Bukit Timah dan Kelurahan Ratu Sima.

Dilansir dari kantor Berita Antara Riau, Kepala Pelaksana BPBD Dumai Afrilagan mengatakan, jumlah lahan terbakar di dua lokasi baru ini selain dilakukan pendinginan, juga pembuatan embung menggunakan alat berat untuk mempersiapkan sumber air pemadaman.

"Jumlah areal terbakar sejak 1 Januari hingga 5 Agustus 2019 seluas 304, 75 hektare, dan lokasi karhutla baru terdapat di tiga kelurahan, saat ini sudah pendinginan dan pembuatan embung untuk sumber air," kata Afrilagan kepada Antara, Selasa.

Pembuatan embung karena lokasi karhutla jauh dari sumber air, dan tim gabungan juga terus menggelar patroli untuk mewaspadai kemunculan titik api baru di daerah rawan guna antisipasi cuaca panas tinggi.

Tim pemadam karhutla BPBD Dumai, lanjutnya, dibantu Manggala Agni, TNI Polri dan aparatur pemerintah kelurahan, serta masyarakat peduli api.

Diterangkan, keadaan lokasi karhutla jenis tanah gambut di permukaan dan bawah, dan yang terbakar adalah lahan masyarakat berupa semak belukar, pohon Akasia dan Pakis, kemudian pemadaman juga terkendala minim sumber air.

Untuk pemadaman karhutla, digunakan sarana prasarana 1 mobil BPBD Dumai, mobil angkut Polsek Dumai Barat, mobil angkut Manggala Agni KLHK Daerah Operasi Dumai, 6 sepeda motor, dan beberapa mesin pompa.

Sedangkan untuk pemadaman dan pendinginan di Kelurahan Bukit Timah, tim melihat keadaan lokasi dengan jenis tanah gambut, semak belukar terbakar dan Pohon Akasia, Pakis, dibantu armada mobil suplay air karena sumber air tidak ada.

Diberitakan Antara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyatakan lima daerah di Provinsi Riau pada Selasa pagi diselimuti asap atau jerebu akibat karhutla, yaitu, Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.

Dari pantauan BMKG, Kota Dumai juga berasap dan jarak pandang turun jadi tiga kilometer. Kondisi yang sama juga terjadi di Bengkalis, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

"Di daerah-daerah tersebut banyak terpantau titik api,” katanya.

BMKG menyatakan ada 152 titik panas di Sumatera terpantau satelit pada Selasa pagi, dan Provinsi Riau masih penyumbang terbanyak dengan 75 titik panas.

Titik panas di Riau paling banyak di Rokan Hilir ada 24 titik. Kemudian di Pelalawan ada 17 titik, Indragiri Hilir 15 titik, Siak ada sembilan titik, Bengkalis tiga titik, Kepulauan Meranti dua titik, Kampar tiga titik, dan Dumai dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.

Dari jumlah tersebut ada 53 titik api. Lokasi terbanyak di Rokan Hilir ada 19 titik, Pelalawan 13 titik, Indragiri Hilir 12 titik, Siak lima titik, dan Bengkalis serta Kampar masing-masing dua titik.***red/frd

Comment