Rugi hingga 1,8 milliar, Desa Makmur minta PT. Indo Sawit punya etikad baik

Penyalainews, Pelalawan - Konflik antara Desa Makmur kecamatan Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dengan perusahaan pabrik kelapa sawit PT. Indosawit masih buntu.

Lahan yang dikuasai PT. Indosawit yang diklaim pihak desa Makmur seluas 3 Ha setelah dilakukannya pengukuran oleh BPN pelalawan pada akhir tahun 2019 lalu.

Kepala desa Makmur, Suwardi mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan tidak adanya ihtikad baik dari pihak perusahaan

"Kita minta etikat baik PT. Indo Sawit, sudah satu periode tanam (25 tahun) lahan seluas 3 Ha milik desa mereka kuasai,kalau diperkirakan kerugian Materil lebih kurang mencapai Rp 1,8 M," Terang Suwardi kepada awak media ketika ditemui di DPRD Pelalawan pada Senin pagi (6/1/2020).

Selain soal lahan 3 Ha tersebut, pihak PT. Indosawit diduga membuat Parit Gajah diperbatasan,sehingga mengakibatkan abrasi tanah menyebabkan beberapa tanaman sawit masyarakat bertumbangan.

"Parit gajah batas antara HGU Indosawit dengan lahan desa tidak berjarak,sehingga terjadi abrasi dan beberapa pohon sawit warga ada yang tumbang," kata Suwardi lagi.

Meski permasalahan tersebut telah disampaikan kebupati Pelalawan, namun belum ada progres kelanjutan penyelesaian dari pihak perusahaan maupun dari Pemkab Pelalawan itu sendiri.

Manager Regional Perusahaan, Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan upaya mediasi dengan para pihak untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

"Terkait masalah ini sudah mediasi baik di desa maupun dengan dimediasi BPN Pelalawan, Perusahaan juga masih koordinasi," terang Taufik menjelaskan melalui WhatsApp pada Senin sore (6/1/2020).

Taufiq juga mengatakan adanya permintaan kompensasi pihak desa ke perusahaan sebesar Rp 2,5 Milyar lebih.

"Saat ini tahap koordinasi ke managemen terkait permintaan kompensasi dari desa sebesar 2,5 milyar,"

"Target secepatnya bisa selesai," tambah Taufik meyakinkan.***red/rls/rfm

Kontributor : Rahmad Faisal 

Comment