SBY: Kontrol Wabah Corona, Baru Pulihkan Ekonomi

Penyalainews , Jakarta - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pemerintah sebenarnya bisa menyelamatkan krisis kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Namun unsur kesehatan harus jadi prioritas terlebih dahulu.

"Saya berpendapat dua-duanya bisa diselamatkan, nyawa manusia atau ekonomi. Tidak harus memilih. Yang penting adalah kita tahu prioritasnya apa. Adalah to control the disease. Hentikan dulu," katanya dalam wawancara khusus bersama CNNIndonesia TV, Rabu (9/9).

Ia menyatakan langkah ini banyak dilakukan negara asing yang dinilai berhasil memulihkan perekonomian selagi mengendalikan wabah. Menurutnya pemerintah harus memiliki strategi dalam memulihkan ekonomi dan kesehatan.

SBY berpendapat kegiatan ekonomi seharusnya baru dibuka jika situasi pandemi di daerah tersebut sudah aman. Misalnya pada daerah zona merah, kegiatan ekonomi baru dibuka jika sudah menjadi zona kuning atau hijau.

"Setelah itu baru perekonomian dibuka, tapi dengan kontrol yang ketat dan regulasi yang jelas. Kalau dilakukan dengan baik, Insya Allah covid bisa kita hentikan tapi ekonomi bisa dicegah tidak jatuh lebih dalam," jelasnya.

Menurut purnawirawan tersebut, terdapat empat faktor yang mendorong krisis ekonomi dialami Indonesia. Yakni pertumbuhan ekonomi yang menurun drastis, tingginya angka pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan, dan lumpuhnya dunia usaha.

Untuk memulihkan ekonomi, ia menyarankan pemerintah menyasar empat unsur tersebut dalam kebijakannya. Ia mengatakan sesungguhnya penanganan krisis ekonomi saat ini bisa belajar dari pengalaman krisis ekonomi tahun 2008.

"Kalau dulu penyebabnya financial crash di Amerika Serikat yang merambat ke seluruh dunia. Sekarang Covid-19. Tapi indikator resesi dulu relatif sama [dengan sekarang]," katanya.

SBY mengatakan kebijakan yang dikerahkan untuk memulihkan krisis ekonomi 2008 bisa dilakukan kembali. Salah satunya dengan menggandeng kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan pihak terkait.***red/frd

Sumber : CNN Indonesia

Comment