Kepulauan Riau

Syahbandar KSOP Sambu Kena OTT, Kutipan Uang Labuh Jangkar Liar Terkuak

banner 160x600

Women faceSumber Gambar : Okezone.com

Penyalainews, Batam - Praktik suap-menyuap di perairan Kepri kian terkuak. Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu Totok Sunarto dan kepala PT Garuda Mahakam Pratama (KMP) Elimansyah Hia.

Dilansar dari situr berita Batam.tribunnews.com, Penyergapan dilakukan di Jakarta pada 2 November lalu dan kasus ini secara resmi diekspose Polda Kepri pada Senin (5/11/2018) kemarin.

Pengungkapan ini setidaknya membuka teka-teki yang selama ini menjadi rahasia umum terkait permasalahan lego jangkar di Kepri, khususnya perairan Batam.

Dalam ekspose Perkara yang dilakukan Kabid Humas Polda Kepri dan Ditreskrimsus Polda Kepri, Senin (5/11/2018) diketahui, selama pemantauan polisi sejak awal Agustus 2018 lalu, sudah tiga kali PT KMP melakukan penyetoran untuk biaya labuh jangkar kepada pihak Syahbandar Pulau Sambu. Uang setoran tersebut berupa Dolar Amerika.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, selama ini pertemuan mereka dilakukan di Jakarta. Itu merupakan cara mereka untuk mengelabui petugas. Mengenai tempat dipilihnya Jakarta, disinyalir memang atas kesepakatan bersama.

"Memang kesepakatan ini dari kedua belah pihak. Mereka selalu di Jakarta, mengapa di Jakarta? Karena itulah kesepakatanya," sebut Erlangga.

“Tim lidik gabungan (Ditreskrimsus dan Ditintelkam) Polda Kepri melakukan pemantauan sejak mulai keberangkatan (dari Batam) sampai dengan akhirnya pada pukul 19.30 WIB dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Restoran Food Market Gandaria City Mall Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Diperoleh informasi, Totok Sunarto menjabat sebagai Kepala Syahbandar Pulau Sambu pada bulan Agustus 2018 lalu. Selama itulah pihak PT GMP melakukan pembayaran uang pelicin kepada pihak Syahbadar. Mengenai aksi sebelumnya, belum diketahui.

Diterangkan oleh Erlangga, dalam aksi ini PT GMP itu memegang beberapa agen kapal. Uang itu dikumpulkam untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak syahbandar. Namun berapa masing-masing agen memberikan uang, Erlangga belum bisa menjawab. Menurutnya itu masih dalam pengembangan. 

 Hanya saja, menurut Erlangga saat diamankan kemarin jumlah uang yang diamankan sekitar 9200 dolar amerika atau lebih dari Rp 137 juta.

 "Kita masih melakukan pengembangan, berapa agen membayar ke PT untuk disetorkan ke Syahbandar. Yang jelas, ini sudah kali ke tiga semenjak ia menjabat di Syahbandar Pulau Sambu," sebutnya.

Walaupun PT GMP ini merupakan perusahaan yang berada di Kota Batam, namun untuk bertransaksi, mereka lebih memilih di Jakarta.

Polisi juga sudah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di kantor syahbandar maupun kantor PT GMP yang ada di Batam. Dari sana polisi mengamankan beberapa berkas dan komputer yang dijadikan barang bukti saat ekspose perkara di Polda Kepri.***red/rfm 

Sumber : batam.tribunnews.com