Penyalainews, Jakarta - Sebagai warga negara yang baik kita harus memahami konsep multikulturalisme dan pluralisme ke dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini di sampaikan oleh Dr. H. Jon Erizal, SE. MBA dalam kegiatan 4 Pilar kebangsaan bersama masyarakat Kandis Siak Riau, 10/03/23. Di bono hotel Pekanbaru.
JE menambahkan, “Salah satu persyaratan terbentuknya Negara yang damai dan demokratis, adalah menghargai dan menerima adanya keanekaragaman (Pluralitas) masyarakat dan bangsa. Namun memang sulit untuk memahami konsep multikulturalisme dan pluralisme itu ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehingga tidak jarang pemahaman tentang konsep multikulturalisme dan pluralisme akan menjadi sebuah ancaman besar bagi kehidupan ummat," ungkapnya.
Terkait dengan Berkembangnya masalah-masalah etnisitas yang dikaitkan dengan kemunculan kembali persoalan komunitarian secara signifikan. Negara indonesia merupakan bangsa yang majemuk (Plural), terbentang pulau-pulau dari sabang sampai Merauke, keanekaragaman suku, bahasa, ras, budaya, dan agama telah menjadi ciri khas dan identitas sejak bangsa ini berdiri, ujar JE.
Hal itulah yang telah disadari oleh Founding father negeri ini, sehingga mereka merumuskan konsep pluralisme dan multikulturalisme dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam upaya menyatukan bangsa yang plural ini, memang dibutuhkan perjalanan waktu yang cukup panjang dan penuh perjuangan, tutup JE.***red/rls

Comment