APBD Perubahan Kabupaten Pelalawan Telah Disahkan, Ketua DPRD Minta OPD Tingkatkan Serapan Anggaran

Penyalainews, Pelalawan  - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan menggelar rapat paripurna pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Perubahan Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran (TA) 2023, Senin (25/9/2023) di Gedung DPRD Pelalawan Pangkalan Kerinci.

Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Pelalawan Baharuddin MH didampingi Wakil ketua I Syafrizal SH dan Wakil ketua II Faisal SH mengesahkan APBD Perubahan Kabupaten Pelalawan tahun 2023 sebesar Rp 2,075 triliun.

Setelah disahkan oleh para legislator yang memi- liki fungsi penganggaran itu, kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelal- awan menyempurnakan APBD-P 2023.  

APBD perubahan Pelal- awan 2023 mencapai Rp 2.075.860.050.004.Jika dibandingkan dari APBD murni yakni sebesar Rp 2.087.307.851.202.

Terjadi sedikit penurunan atau pengurangan anggaran pada perubahan.

Proses  penyempurnaan perubahan                       APBD     sesuai dengan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Kemudian memperbaiki dan menyempurnakan APBD perubahan dari hasil pemba- hasan akhir, setelah disahkan DPRD," tutur Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin.

Setelah      disahkannya APBD perubahan sebesar Rp 2,075 Triliun, penurunannya hanya Rp 11 M lebih dari APBD murni. Padahal Pemda Pelalawan dan DPRD telah menginformasikan adanya defisit anggaran besar-besaran sejak dua bulan lalu.

Bahkan APBD yang musti dipangkas hampir Rp 400 M atau tepatnya Rp 389 M yang menyebabkan semua OPD harus mencoret anggaran hingga 57 persen.

Kabar krisis APBD ini telah berhembus selama dua bulan dan TAPD telah melakukan        rasionalisasi anggaran untuk pengurangan. Berbagai program dan kegia- tan di dinas-dinas dicoret serta diberi tanda bintang, agar tidak dikerjakan sama sekali.

1701142158-Penyalai News-DPRD TERBARU

Kecuali program priori- tas dan pembangunan yang telah berjalan. Namun setelah proses pembahasan APBD

perubahan, ternyata pengu- rangan jauh lebih sedikit dari yang digembar-gemborkan Pemda maupun DPRD.

"Memang penurunan tinggal sedikit, setelah pener- imaan dari pusat kirim secara berangsur. Seperti DBH sawit dan lain-lainnya," tambah Devitson Saharuddin.

Ia merincikan, dana trans- fer pusat tersendat sejak dua bulan lalu akibat melesetnya perkiraan pendapatan pener- imaan dari pusat. Bahkan angkanya jauh dari asumsi yang telah disusun pada APBD murni 2023.

Namun dalam perjalan proses rasionalisasi dan peny- usunan Ranperda APBD, ternyata pemerintah pusat mengirimkan dana terse- but secara berangsur hingga akhirnya defisit anggaran ting- gal belasan miliar lagi.

Seperti diketahui, APBD Perubahan 2023 telah disah- kan. Melalui serangkaian rapat antara Banggar DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dilanjutkan dengan pembahasan secara detil oleh setiap komisi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hingga diakhiri dengan rapat finalisasi     Banggar DPRD dengan TAPD sebelum palu perubahan APBD diketuk pada rapat paripurna. Banggar menunjuk Abdul Nasib SE juru bicara Banggar untuk menyampaikan hasil pembahasan Ranperda APBD-P 2023. Untuk memb- acakan hasil akhir pembahasan di hadapan peserta dan undan- gan rapat paripurna di lantai ll gedung dewan.

"Pada perubahan APBD Pelalawan terdapat beberapa perubahan anggaran belanja. Baik belanja operasional, modal, tidak terduga, dan transfer," terang juru bicara Banggar, Abdul Nasib dari podium.

Berdasarkan       hasil pembahasan, plafon belanja daerah APBD perubahan Pelalawan 2023 mencapai Rp 2.075.860.050.004. Jika dibandingkan dari APBD murni yakni sebesar Rp 2.087.307.851.202. Terjadi sedikit     penurunan   atau pengurangan anggaran pada perubahan. Namun tidak sebesar yang diinformasikan selama ini.

"APBD   perubahan mengalami penurunan seki- tar Rp 11.447.801.198. Kami memberikan beberapa catatan rekomendasi yang harus dijalankan Pemda," tambah Abdul Nasib.

Banggar DPRD menyampaikan 7 rekomendasi untuk diperhatikan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Pelal- awan. Diantaranya Pemda diminta memenuhi setiap langkah yang telah dibuat Kemendagri dalam menyerahkan KUA-PPAS dan Ranperda APBD, agar tidak tergesa-gesa dan ketersediaan waktu yang cukup.

Semua OPD diminta tetap memacu kinerja untuk menca- pai      target    pembangunan, meskipun terjadi penurunan APBD. Pemda harus bertin- dak bijak dan cerdas dalam mengoptimalkan pendapatan dan membelanjakan dengan cermat dan teliti serta efisien.

KemudiaN Pemda diminta menjalin kerjasama dengan semua pihak dalam pengelolaan maupun pemungutan pajak daerah, monitoring rutin dan evaluasi serta meningkatkan komitmen seluruh stakeholder dalam strategi peningkatan PAD. Menurunnya dana-dana dari pusat jangan jadi alasan melambatnya perkembangan pembangunan.

Semua OPD harus memperhatikan hasil pembahasan banggar dengan cermat, ketepatan sasaran, tepat guna, tepat waktu, efektif dan efisien.

"Pemda harus menjalin komunikasi intens terhadap semua stakeholder, termasukDPRD agar tatanan pemer- intahan lebih harmonis, transparansi dan akuntabel," tandas Abdul Nasib.

Ketua    DPRD     Pelalawan Baharuddin SH MH menyampaikan,dalam pembahasan APBD Peruba- han 2023 memerlukan proses yang panjang, namun berkat kerjasama antara DPRD Pelal- awan dan TAPD maka APBD Perubahan dapat diselesaikan. "Ini tentu membutuhkan proses yang panjang dan berkat pengertian Bapak/ibu dewan sekalian maka hal itu dapat kita lalui bersama," ucap Bahar.

Politisi Partai Golkar  itu mengingatkan, waktu pelak- sanaan anggaran yang tersisa beberapa bulan lagi benar-be- nar dimanfaatkan oleh OPD untuk menggesa kegiatan yang mendukung program progra Pemerintah Daerah yang pada akhirnay memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sebagi objek pembangunan.

"Saya berharap OPD melakukan percepatan sera- pan anggaran, serta kinerja di Tahun Anggaran 2023 lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya," pungkasnya.***red/rfm/parlemneteria

Comment