Gelar Deklarasi Pijar Melayu siap cipta kondisi Pemilu Damai 2019

Penyalainews, Pekanbaru - Pusat Ilmu Jaringan Rakyat (Pijar) Melayu menggelar deklarasi pemilu damai 2019, dengan mengusung LAM Riau, Polda Riau, KPU Riau, Bawaslu Riau, dan Tokoh Muda Riau.

Dalam keterangan persnya Direktur Eksekutif Pijar Melayu Riau Rocky Ramadhani menyampaikan bahwa Deklarasi Damai pemilu 2019 Anak Kemanakan Melayu Riau ini adalah memaknai pemilu damai dengan mengemas konsep nilai adat istiadat.

"Mari kita jaga situasi yang kondusif, ada nilai-nilai budaya melayu Riau yang harus kita jaga pada pemilu 2019, yaitu menjaga konsep-konsep nilai adat istiadat agar terciptanya kondisi damai pada pada pesta demokrasi 2019 mendatang," tutur Rocky Ramadhani, Kamis (15/11).

1542350796-Penyalai News-WhatsApp Image 2018-11-16 at 13 37 19(1)

Ada Empat poin dalam Delkarasi Anak Kemanakan Melayu Riau Pertama mewujudkan Pemilu yang cerdas dan berkualitas, bebas, rahasia, jujur dan adil Kedua, menolak segala bentuk berita bohong atau hoax yang dapat mecah belah kesatuan bangsa Indonesia. Ketiga, anti ujaran kebencian, politik identitas atau sara. Keempat mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan Pemilu serentak 2019 yang aman, damai dan sejuk

Jelas Rocky lagi sebagai Anak Kemanakan Melayu Riau perlu menjaga Pemilu 2019 agar tetap berjalan secara damai.

"Kita bersama-sama wajib menjaga situasi Pemilu 2019 agar tetap kondusif, karena pada pemilu sebelumnya sering adanya pelanggaran-pelanggaran, oleh karena itu sebagai Anak Kemanakan Melayu Riau harus ada pendekatan-pendekatan nilai adat-adat istiadat pada pemilu kali ini, supaya terjaganya suasana aman, tentram, dan damai," terang Rocky

1542350863-Penyalai News-WhatsApp Image 2018-11-16 at 13 37 20

Hal yang sama juga dikatakan Perwakilan LAMR Datuk Jonnaidi Dasa, semua pihak perlu berkomitmen menjaga pemilu 2019 agar tetap damai. 

"Perbedaan suku dan agama harus kita satukan, karena nilai-nilai adat-istiadat Melayu harus saling mendukung, serta mengketepikan perbedaan-perbedaan yang menjadi persoalan selama ini, inilah tugas kita bersama menjaga nilai-nilai kultural agar terwujudnya pemilu damai  pada 2019 yang akan datang," tutupnya.***red/rfm 

Rezky FM 

 

Comment