Ini Respon Pendekar Riau Datuk Mustakim JM M.Pd Terkait Foto Kapolda dan Pengusaha Riau

Penyalainews, Pekanbaru - Menanggapi perihal viralnya foto Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal yang sedang duduk diruang kerja bersama kolega lamanya beredar luas di medsos dan media online direspon Ketua Aliansi Para Pendekar Riau, MUSTAKIM, JM.M.PD bergelar Datuk Pendekar Hitam. 

Kepada insan media, pada Jumat malam (20/9), Datuk Kim menyebutkan bahwa foto yang viral dan beredar ditengah masyarakat tersebut merupakan hal yang biasa yang identik sebagai bentuk kedekatan seseorang persaudaraan keduanya. Ini bisa saja terjadi kepada siapapun apabila satu dengan lainnya sudah memiliki kedekatan layaknya persahabatan.

"Mereka itu bersahabat sudah berpuluh tahun, sudah seperti saudara sendiri, pas jumpa yang satunya kelewat bangga karena sahabatnya jadi petinggi polisi di Riau dan yang satunya juga tidak bisa menyembunyikan rasa senangya karena sudah lama tak berjumpa. Sekarang saya tanya abanglah (Datuk Kim kepada salah seorang redaksi media) kalo saya jadi Gubernur Riau terus saya undang abg keruangan saya dan saya persilahkan abg duduk di Kursi / Meja Tugas saya, kira-kira senang nggak abang? Saya pun senang karena kita bersahabat bang" ulas Datuk Kim.

Sejatinya saat ini Irjen Pol Muhammad Iqbal SIK MH menjabat sebagai kepala Kepolisian Daerah (Polda) Riau, yang merupakan salah satu lembaga penegak hukum yang memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Provinsi Riau.

Beliau juga telah menghadapi sejumlah tantangan kompleks. Sejak penunjukan Irjen Pol Muhammad Iqbal SIK MH sebagai Kapolda Riau hampir dua tahun yang lalu, provinsi ini telah menyaksikan sejumlah prestasi penting dalam berbagai aspek; diantaranya Kamtibmas yang Lebih Stabil, Pemberantasan Narkoba yang Tegas, Penanganan Karhutla yang Efektif, dan Interaksi Sosial yang Baik.

"Yok coba kita sebutkan, diantara sekian banyak sebut satu saja indikator utama kesuksesan seorang Kapolda itu adalah kemampuannya untuk menjaga Kamtibmas yang lebih stabil kan?! Riau dengan potensi konflik seperti konflik sumber daya alam dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), seringkali menghadapi tantangan serius. Iya kita sudah sama sama menyaksikan selama kepemimpinan Irjen Muhammad Iqbal, situasi kamtibmas di Riau telah mengalami peningkatan yang signifikan. Pengurangan angka kejahatan, penindakan terhadap kelompok kriminal, dan penegakan hukum yang ketat telah memperkuat rasa aman masyarakat di provinsi ini. Bantuan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan kejahatan seperti peredaran narkoba telah ditingkatkan, yang pada gilirannya mengurangi dampak negatif yang dihasilkan oleh aktivitas kriminal. Selain itu Kapolda yang berhasil itu mampu bersosial dengan masyarakat yang heterogen seperti di Riau ini. Bahkan pak Iqbal juga mendapat gelar kehormatan dari lembaga adat Melayu Riau. Gelar itu tidak diberikan begitu saja tanpa ada prestasi" papar Datuk Kim.

Sementara itu kolega yang juga merupakan sahabat Kapolda Riau ini diketahui adalah seorang pengusaha resmi di Riau yang berfokus pada kegiatan ekspor limbah kelapa sawit ke negara Jepang. 

Hal ini bukanlah tanpa dasar perhitungan, bisnis ekspor cangkang ke Jepang menjadi prioritasnya sebab Negeri Sakura ini merupakan negara pengimpor cangkang sawit asal Indonesia terbesar saat ini. Mengingat permintaan yang sangat besar, harga cangkang sawit di Jepang mengalami kenaikan. 

Hal ini dipicu oleh kegunaan cangkang sawit yang bermanfaat, termasuk di antaranya sebagai bahan bakar alternatif.

Naiknya permintaan cangkang sawit tidak sembarangan. Hal tersebutlah yang diperhatikan secara matang oleh Eddy Khuang, pasalnya, cangkang sawit kini memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat bagi sektor industri.

Padahal biasanya bahan tersebut menjadi limbah setelah penggunaan kelapa sawit. Pemanfaatan cangkang sawit dapat berdampak pada lingkungan, yaitu berkurangnya limbah.

"Bro Eddy Khuang itu pebisnis sejati yang sejak 2016 sudah paten dibidang ekspor cangkang. Selain bekerjasama dengan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS), kemudian berupaya pada pembinaan para petani sawit, seterusnya membuka lebar kesempatan kerjasama baru bagi para petani sawit yang belum terjalin, membuka lapangan kerja bagi masyarakat Riau khususnya pemuda dan lain-lainnya. Tentu kegiatannya ini sedikit banyaknya sangat bermanfaat bagi masyarakat Riau karena mampu mengarahkan limbah kelapa sawit menjadi lebih bernilai dan meningkatkan pemasukan Pajak bagi Negara. Dia cukup tinggi sosialnya yang bertujuan mensejahterakan masyarakat Riau umumnya, masyarakat Buton Siak Indrapura khususnya, yang seharusnya mendapatkan apreasiasi. Silahkan rekan-rekan simak pribadi, bukankah ini sebuah prestasi?! Jadi kedua mereka memang orang-orang berprestasi dibidangnya masing-masing," tutup Datuk Kim.

Dapat diketahui bersama bahwa saat ini Datuk Kim sendiri merupakan seorang praktisi sosial dan adat yang beraktivitas pada Organisasi Kedaerahan Pendekar Riau. 

Datuk Kim, pria sederhana ini bersama para anggotanya sehari-harinya fokus berinvestasi baik dalam bentuk fisik berupa pertanian Black Sapote, Beternak Ikan Air Tawar dan Unggas serta juga fokus dalam kegiatan amal dalam memperhatikan fakir miskin dan anak yatim. 

Datuk Kim juga dikenal sebagai pebisnis Crypto yang sebagian besar penghasilannya digunakan untuk kesejahteraan para anggotanya.***red/rls

Comment