Penyalainews, Pekanbaru – Ketua RW 01 kelurahan Padang Terubuk kecamatan Senapelan kota Pekanbaru, Rinaldi, S.S., S.Sos., C.Me., sangat mengapresiasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) jika nantinya memutuskan Muflihun, S.STP., M.AP., selaku Pj. Walikota Pekanbaru kedepan, melanjutkan masa kepemimpinannya sekarang. Hal ini disampaikan saat ditemui awak media di rumahnya (04/05/23).
Menurut alumni Ilmu Administrasi Negara Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini, Muflihun memiliki mental kepemimpinan yang bagus dalam rangka mengatasi persoalan di kota Bertuah saat ini.
“Persoalan kota Bertuah ini dari tahun ke tahun sebenarnya sudah terklaster dengan sendirinya. Banjir, sampah, jalan rusak, retribusi, tata kelola pemerintahan, dan lain-lain merupakan isu yang selalu membuat kami di rukun warga ini siaga. Betapa tidak, jika kami lengah atau tidak mawas terhadap masalah yang saya sebutkan tadi, maka kami lah yang terlebih dahulu menerima akibatnya,” ujarnya.
Walau pun dirinya belum sekali pun bertemu dengan orang nomor satu Pekanbaru tersebut, di tangan Muflihun saat ini, grafik isu yang sebelumnya lumayan tinggi karena didominasi oleh kepentingan ekonomi elit terhadap tender-tender di pemerintahan, beberapa bulan belakangan dapat dikatakan menurun.
“Misalnya isu sampah, jujur saja kami sangat menikmati pelayanan yang belakangan diberikan oleh pak Walikota. Pengaduan kutipan liarnya pun sudah turun di wilayah kami. Dapat dikatakan, sejak bulan Januari hingga Mei ini, kami hanya mendapatkan 1 laporan keluhan masyarakat, itu pun karena adanya yang meminta 1 tahun iuran. Dan sudah kami jelaskan baik kepada pengutip maupun ke masyarakat bahwa, iuran dikutip setiap 1 kali dalam sebulan,” lanjutnya.
Dalam isu jalan rusak, ketua RW 01 ini memberikan pandangan bahwa, rusaknya jalan di kota Pekanbaru disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya proyek masa lalu yang tidak diikuti dengan perbaikan jalan pasca proyek, aspal yang kualitasnya sudah mulai rusak karena usia serta bobot kendaraan yang lewat kurang sesuai, juga kondisi jalan yang sudah lama tidak diperbaiki.
“Misalnya jalan Muhammad Ali atau jalan Datuk Ibrahim atau jalan Teratai dan Riau I yang berada di wilayah kami. Ketiga jalan ini setahu saya memang sudah lama tidak di aspal ulang. Namun karena kualitasnya bagus maka tidak lekas berlubang. Jalan Muhammad Ali saja, dapat dikatakan pengaspalannya terakhir kalau tidak salah masa pak Usman Efendi Affan. Memang sih, jalan Muhammad Ali ini tidak termasuk jalan arteri atau koridor seperti yang tercantum dalam Perda RTRW Kota Pekanbaru. Karena lebarnya di bawah 7 meter,” jelasnya lagi.
Saat ditanya hal lain yang menyangkut honorarium RT dan RW, pedagang bakwan kuah ini memberikan informasi bahwa di era Muflihun, belum pernah dia rasakan honorarium yang dirapel. “Intinya, jika Mendagri mengeluarkan keputusan Muflihun untuk lanjut memimpin sebagai Pj, maka menurut kami itu sudah merupakan keputusan yang tepat. Dan kami sangat apresiasi keputusan tersebut. Kami suka polanya, kami suka caranya memimpin Pekanbaru. Dan dia mengerti apa yang dia lakukan,” tandasnya.***red/rls

Comment