KPK Akan Periksa Dirut RSD Madani Pekanbaru Arnaldo Eka Putra Terkait Dugaan Korupsi

Penyalainews, Pekanbaru  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dalam waktu dekat akan memeriksa Direktur Utama Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, terkait dugaan tindak pidana korupsi. Langkah ini diambil setelah adanya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Ikatan Pemuda Mahasiswa Riau (IPMR) Jakarta.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, IPMR Jakarta menyuarakan keprihatinan dan tuntutan mereka agar KPK segera menyelidiki dugaan korupsi di RSD Madani Pekanbaru. Demonstrasi ini menjadi pemicu bagi KPK untuk mengambil tindakan cepat dalam memeriksa Arnaldo Eka Putra dan mengusut tuntas dugaan korupsi yang ada.

Pihak KPK menyatakan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk memberantas korupsi di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan yang sangat vital bagi masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada masyarakat dan organisasi seperti IPMR yang aktif mengawasi dan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi. Ini adalah bentuk partisipasi publik yang sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi," ujar juru bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto.

RSD Madani Pekanbaru sebelumnya menjadi sorotan karena adanya laporan dugaan penyalahgunaan anggaran dan proyek yang tidak transparan. Pemeriksaan terhadap Arnaldo Eka Putra diharapkan dapat memberikan kejelasan atas dugaan-dugaan tersebut dan memastikan bahwa anggaran negara digunakan sesuai peruntukannya.

KPK menegaskan bahwa setiap individu yang terlibat dalam tindak pidana korupsi akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu. "Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan integritas dan transparansi dalam setiap sektor pemerintahan dan pelayanan publik," tambah juru bicara KPK.

Pemeriksaan terhadap Dirut RSD Madani Pekanbaru ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pejabat lainnya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Masyarakat juga diimbau untuk terus aktif melaporkan setiap indikasi korupsi yang mereka temui demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.***red/rls

Comment