Penyalainews, Pekanbaru - Seseorang dilahirkan tidak hanya hadir berupa tubuh atau fisik saja, ia diciptakan sempurna bersama perasaan yang mampu merasa. Selama hidup, seseorang akan dihadapan dengan beragam persoalan atau ujian.
Akan ada momen di mana seseorang akan merasakan Lelah, kecewa, sedih, bingung, gelisah, ataupun terluka pada sesuatu yang terjadi pada kehidupannya. Sebagai manusia kita dapat menguatkan diri dengan komunikasi, yaitu dengan komunikasi intrapersonal.
Sebelum kita membahas bagaimana caranya menguatkan diri melalui komunikasi intrapersonal. Kita harus mengetahui pengertian dari komunikasi intrapersonal.
Apa itu Komunikasi Intrapersonal?
Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang berlangsung pada diri kita sendiri atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan subyek yang tidak tampak .
Adapun pengertian komunikasi intrapersonal menurut para ahli yaitu :
Menurut Effendi (1993), komunikasi intrapersonal adalah proses di mana individu menciptakan pengertian, yakni komunikasi yang berlangsung dalam diri, meliputi kegiatan berbicara kepada diri sendiri dan kegiatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan.
Menurut Huda (2013), komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh satu orang saja atau terjadi dalam individu, seperti halnya ketika sedang menghayal, seolah-olah kita sedang berkomunikasi dengan diri kita sendiri.
Menurut Blake dan Haroldsen (2005), komunikasi intrapersonal adalah peristiwa komunikasi yang terjadi dalam diri pribadi seseorang. Semua komunikasi sampai pada batas tertentu merupakan komunikasi intrapersonal, yaitu arti yang terdapat dalam setiap komunikasi selalu menjadi objek bagi penafsiran kita sendiri.
Menurut Notoatmodjo (2005), komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri atau saat seseorang sedang memikirkan suatu massalah. Komunikasi ini juga bisa terjadi saat seseorang melakukan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Selanjutnya Rakhmat seperti dikutip oleh Rosmawaty (2010) mengatakan komunikasi intrapersonal adalah suatu proses pengolahan informasi, meliputi sensasi, persepsi, memori,dan berpikir.
Sensasi
Sensasi adalah proses penserapan informasi (energy/stimulus) yang datang dari luar melalui panca indra. Sebagai contoh: Ketika kita sedang mendengarkan permasalahan yang disampaikan oleh seseorang. Di sini terjadi proses penserapan informasi dengan melalui indera pendengaran.
AsosiasiA
sosiasi adalah pengalaman dan kepribadian yang mempengaruhi proses sensasi. Thorndike seperti yang dikutip oleh Nina (2011) mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respons ini megikuti hukum-hukum berikut, yaitu:
Hukum latihan (law of exercise), yaitu apabila asosiasi antara stimulus dan respons sering terjadi, asosiasi itu akan terbentuk semakin kuat. Interpretasi dari hukum ini adalah semakin sering suatu pengetahuan yang telah terbentuk akibat terjadinya asosiasi antara stimulus dan respons dilatih (digunakan), maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
Hukum akibat (law of effect), yaitu apabila asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respon diikuti oleh suatu kepuasan, maka asosiasi akan semakin meningkat. Ini berarti (idealnya), jika suatu respon yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu stimulus adalah benar dan ia mengetahuinya, maka kepuasan akan tercapai dan asosiasi akan diperkuat.
Dari pendapat Thorndike ini. kita dapat mengetahui bahwa sering terjadinya pengalaman yang terjadi terhadap suatu peristiwa, maka semakin menguatkan asosiasi dan pada gilirannya akan semakin menguatkan sensasi kita terhadap peristiwa tersebut. Selain itu penguatan asosiasi juga terbentuk karena akibat dari suatu peristiwa (asosiasi stimulus dan respon).
Persepsi
Persepsi adalah pemaknaan/arti terhadap informasi (energy/stimulus) yang masuk ke dalam kognisi manusia. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli indrawi (sensory stimuli).
Sensasi adalah bagian dari persepsi. Meskipun demikian Desiderato seperti yang dikutip oleh Nina (1976) menafsirkan makna informasi indrawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi (perhatian), ekspektasi, motivasi, dan memori.
Berpikir
Berpikir adalah akumulasi dari proses sensasi, asosiasi, persepsi, dan memori yang dikeluarkan untuk mengambil keputusan. Selain itu berpikir juga diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan persoalan (problem solving) dan menghasilkan sesuatu yang baru (creativity).
Bagaimana Cara Menguatkan Diri Melalui Komunikasi Intrapersonal ?
Setelah kita mengetahui apa itu komunikasi intrapersonal bagaimana proses terjadinya komunikasi intrapersonal kita bisa menyimpulkan bahwa bila kita terkena masalah dalam kehidupan kita seperti gelisa, bingung, sedih, kecewa.
Kita bisa menerapkan proses-proses komunikasi intrapersonal melalui sensasi, asosiasi, persepsi, dan berpikir untuk menuntaskan dan bagaimana cara kita beradaptasi dengan diri kita sendiri, berpikir positif atas apapun yang terjadi sehingga menguatkan diri kita atas apa yang terjadi.
Contohnya kita bisa menerapkan mental block untuk menafsirkan apa pun yang terjadi melalui pikiran bawah sadar yang akan di transfer ke pikiran sadar kita, memotivasi diri kita dengan bercakap pada diri sendiri untuk kuat dan berdamai akan keadaan.
Contoh nya membawa ataupun memaksakan pikiran kita untuk memikirkan yang positif seperti kalau kita tak yakin pada diri sendiri kita bisa mengajak diri melalui komunikasi intrapersonal untuk apapun yang terjadi pada diri kita itu sudah ketentuan yang maha kuasa dan kita harus menyakini itu. Karena dalam kehidupan, seseorang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri mengevaluasi apa yang telah dia lakukan.***red/art
Oleh : Desi Fitri Rahayu
2f ilmu komunikasi
12240322740
UIN Suska Riau

Comment