Profil Singkat
Yusri Amir lahir di Kuala Kampar kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Indonesia pada 01 Februari 1965. Ia merupakan Alumni SMA Negeri 4 Pekanbaru lulusan tahun 1983. Ia aktif menulis sejak dibangku SMP, terutama puisi.
Puisi-puisi beliau sudah banyak diterbitkan dibeberapa surat kabar dan beberapa akun media sosial miliknya. beliau juga sudah menerbitkan sebuah Antologi puisi "Kumpulan Puisi Baru, "Secangkir Kopi Hitam dan Akupun Tersanjung".
Saat ini Yusri Amir bertugas Di Johor Malaysia. Sambil mengisi ruang untuk menulis, beliau juga seorang Cookie (Koki) disebuah Restoran terkenal di Johor Baru Malaysia.
Mengutip Serpihan Kaca
Ada darah yang mengalir
Jari jemari ku terluka
Terasa perih
Hingga menusuk jantungku
Namun
Ku kutip jua serpihan kaca itu
Kendati aku tahu
Tak mungkin untuk ia kembali menyatu
Atau mungkin
Dan atau ada kemungkinan.
Meminjam Ceritamu
Kau sudah merelakan
Untuk aku meminjam ceritamu
Tentang cinta dan airmata
Tentang luka dan pembalutnya
Tentang duka dan mahanestapa
Tiada bahagia
Tiada canda tawa
Ceritamu memang begitu
Tapi aku masih ragu
Untuk meminjam ceritamu
Atau ceritamu menceritakanku
Dan atau ceritamu
Ceritaku.
Hanya Kebetulan
Kakiku meraba dada
Tanganku menginjak bumi
Anganku menggapai awan
Jiwaku terbang melayang
Jasadku kaku berdiri
Aku tak pernah mengerti
Apakah benar terjadi
Atau ilusi
Dan atau mimpi merasuk dinihari.
Rembulan berdarah
Diatas petala
Ku lihat langit berwarna jingga
Kabut hitam menutupi mega
Bulan hadir berwajah merah
Bagaikan bersimbah darah
Apakah ada amarah
Atau bolamata yang pecah
Dan atau memang
Rembulan yang berdarah.
Menunggu Malam
Terasa begitu lamanya
Aku menunggu kau tiba
Dari celah dedaunan
Ku coba menyibak masa
Ternyata kau masih jauh
Dan jauh diujung sana
Aku pun ingin mengejarmu
Tapi tiada dayaku
Kan ku tunggu hadir mu
Atau kutunggu
Dan atau hanya menunggumu
Hadirku.
Ditulis di Johor Baru, Malaysia
Pada January 2021
Karya : Yusri Amir
Editor : Rezky FM

Comment