Penyalainews, Pekanbaru - Panglima Besar DPP Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAM -NR ) menyikapi persoalan yang terjadi baru-baru ini dalam tampuk Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau.
Hal itu disampaikan langsung Panglima Besar DPP GAM-NR Syamsul Bahri , ia mengatakan sebagai anak kemanakan Melayu Riau sangat kecewa dengan apa yang yang terjadi pada LAMR Riau.
"Kami menilai LAM Riau sudah keluar dari alur yang patut sebagai Lembaga yang seharusnya tidak terlibat dari nilai-nilai politik praktis, hal itu semata demi menjaga nama baik dan netralitas sebagai Lembaga Adat yang berdiri tegak serta berjalan di Marwah adat istiadat Melayu " jelas Syamsul Bahri, Rabu (11/10/2023).
Dengan adanya kegaduhan di ruang lingkup secara umum, Syamsul Bahri meminta kepada LAMR Provinsi Riau agar kedepan jangan sibuk mengurusi yang tidak ada kaitannya adat budaya Melayu.
"Jangan yang tidak-tidak lah kepada Datuk Datuk di sana, cukup urus saja adat istiadat ini dengan sebaik-baiknya, masih banyak persoalan lain yang lebih penting, sepatutnya LAMR provinsi Riau lakukan dan benahi, jangan ke politik-politiklah , malu kita,"sebutnya.
Lanjut Syamsul Bahri, apa lagi saat ini memasuki tahun Politik, penilaian masyarakat terhadap LAMR Provinsi Riau menjadi sorotan.
"Tahun politik didepan mata, maka seharusnya para pengurus LAMR Provinsi Riau itu lebih berhati-hati dalam berbuat dan bersikap. Jangan sampai kami Anak Kemanakan Melayu serta organisasi Melayu ini hilang kepercayaan dan rasa hormat kepada Datuk-datuk yang duduk di sana, pertimbangkanlah semuanya," tegasnya
Kepada wartawan Syamsul Bahri tidak bisa menjelaskan kepada khalayak umum apa inti persoalannya, ia menyampaikan berita ini adalah pernyataan sikapnya secara Lembaga.
"LAMR provinsi Riau Jangan Latah !!! Bagi oknum yang mungkin punya maksud tertentu di LAMR Provinsi Riau itu sekali lagi saye ingatkan jangan berlindung di bawah Payung Organisasi untuk kepentingan tertentu, kami dari DPP GAM NR selalu ada untuk memonitor kalian,"pungkas Syamsul Bahri.***rfm

Comment