Mahasiswa Pemuda Riau Bergerak tolak kedatangan Zulkifli Hasan ke Riau

Penyalainews, Pekanbaru - Sejumlah masa yang menamakan diri Mahasiswa Pemuda Riau Bergerak (MPRB) menolak kedatangan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ke Provinsi Riau.

Dikabarkan Zulkifli Hasan akan tiba di Riau pada Senin 24 Februari 2020.

Neldi Syaputra selaku ketua dari MPRB ini kepada penyalainews.com menyampaikan secara "To the Point" bahwa (Zulhas,red) ada kaitan dengan suap Alih Fungsi Lahan.

"Kami menolak kedatangan Zulkifli Hasan ke Riau, kita menyarankan selesaikan urusannya dengan KPK, dugaan kuat tertuju kepada (Zulhas,ns) atas kasus suap Alih Fungsi Lahan di Riau," terang Neldi kepada Penyalainews.com, Minggu (22/20)

Neldi juga membeberkan, kasus suap alih fungsi lahan  sangat rawan terjadi di Riau dan eksekutornya adalah mereka para Pemangku Jabatan.

Tegas Neldi, penolakkan ini kami tujukan agar tidak ada lagi lobi-lobi persoalan lahan dan hutan di Riau.

"Persoalan lahan sudah banyak menjerat pemerintah daerah kita, setidaknya kita cegah itu terjadi, kami sudah paham mekanismenya, cara mainnya ! sangat bahaya kalau ada pembicaraan yang menjuru kesana,"ucap mantan mahasiswa Fakultas Hukum UIR ini.

Selain itu, Neldi menyebutkan (Zulhas,ns) mempunyai rentetan masalah yang berkaitan dengan persoalan hutan, tentu ini sangat bahaya.

"Ia (Zulhas,ns) merupakan salah satu eksekutor hutan paling tinggi ratingnya negara ini, mulai dari zaman SBY sampai sekarang, jangan sampai pemda kita dipengaruhi oleh iming-imingan dia," bebernya.

Kita sudah mengumpulkan beberapa bukti dasar, sampai saat ini (Zulhas,ns) masih berurusan dengan lembaga anti rasuah (KPK)

Pada 2014 lalu kasus suap Alih Fungsi Lahan ini terangkat kepermukaan, serta menjadi catatan buruk dalam sejarah provinsi Riau.

Saat diadili dimeja hijau mantan Gubri Annas Ma'mun beberapa kali menyebutkan nama Zulkifli Hasan.

Setelah itu, kata Neldi atas suap Alih Fungsi Lahan itu, KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka yang merupakan legal manajer pabrik Palm Oil.

"Ada 2 manajer Pabrik Palm Oil ditetapkan tersangka oleh KPK, (Zulhas,ns) juga sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi, awalnya kasus itu menjerat mantan Gubernur Riau Annas Ma'mun. Pada masa itu (Zulhas,ns) mempunyai jabatan penting, sehingga dia punya wewenang atas kebijakan,"kata Neldi 

Jadi tegas Neldi apapun alasannya kami menolak kedatangan Zulkifli Hasan di negeri Lancang Kuning ini, walupun dia datang dengan urusan berbeda.

"Walapun ia datang atas schdule lembaga yang dipimpinnya, kita tetap berupaya mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, ini semata untuk nama baik Riau, harap kami Penolakkan dan Kritik ini bisa dipertimbangakan oleh pejabat-pejabat Riau, mari bersama-sama kita jaga Provinsi Riau ini,"tutupnya.***red/rfm/rls

Editor : Rezky FM

Comment