Peran Komunikasi Interpersonal Pada Kesehatan Mental Seseorang 

Penyalainews, Pekanbaru - Kesehatan sangat penting dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang sehat dapat melakukan semua aktivitas kehidupan sehari-hari secara normal.

Sumber Kesehatan mental seseorang terdapat pada jiwanya yang bekerja secara normal sehingga menciptakan pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan keyakinan hidup bersinergi dan terjadilah keharmonisan di dalam diri seseorang. 

Manusia sebagai individu terkadang menghadapi masalah yang berkaitan dengan perasaan terbelenggu, sedih atau takut, yang menyebabkan masalah yang lebih serius yang mengarah pada penyakit mental serta dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang.

Kesehatan mental seseorang dapat tercermin dalam ketidakmampuan seseorang tersebut untuk berinteraksi dengan lingkungannya, dalam konteks sosial, dan bahkan dalam keengganannya untuk menerima dirinya sendiri. 

Oleh karena itu, dibutuhkannya satu teknik untuk mengumpulkan informasi tentang masalah kesehatan jiwa pada individu melalui komunikasi yang efektif. Contohnya melalui komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian informasi antara dua orang dalam memperoleh ide, pendapat, maupun perasaan antar individu dan berlangsung secara tatap muka. 

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling efektif untuk membuat orang lain mengubah sikap, pendapat dan perilaku komunikasinya, dan bila dilakukan secara tatap muka lebih intens karena menimbulkan kontak pribadi antara individu tersebut.

Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi antara satu orang dengan setidaknya satu orang lainnya, atau biasanya antara dua orang yang reaksinya dapat segera dikenali.

Komunikasi interpersonal adalah disiplin ilmu yang dianggap ampuh pada pemahamannya tentang kesehatan mental, karena dalam konteks penelitian komunikasi antar manusia bersifat dialogis.

Karakter dialogis terlihat pada komunikasi lisan dalam percakapan dan umpan balik yang sifatnya langsung. sehingga komunikator mengetahui respon komunikan pada saat itu. komunikator jadi bisa mengetahui dengan pasti apakah pesan-pesan yang dia kirimkan itu diterima atau ditolak, serta berdampak positif atau negatif. 

Peran paling penting pada terciptanya mental yang sehat pada seorang individu yaitu melalui keluarganya. Kunci utamanya yaitu komunikasi interpersonal pada keluarga. Komunikasi interpersonal dalam lingkup keluarga dapat terjadi pada, suami dengan istri, orang tua dengan anak hingga anak dengan anak.

1686970394-Penyalai News-Screenshot 2023-06-17-09-52-30-66 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Komunikasi dalam keluarga akan memberikan pengaruh yang positif jika yang terbentuk adalah komunikasi interpersonal yang efektif. Menurut Devito (1995), terdapat lima karakteristik komunikasi interpersonal yang efektif, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. 

Komunikasi interpersonal pada keluarga memiliki pengaruh yang sangat signifikan, khususnya pada orang tua dengan anak. Pengaruh tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengaruh positif dan negatif. 

Pengaruh positif dapat dirasakan jika ditemukannya komunikasi yang baik dalam keluarga sedangkan pengaruh negatif akan dirasakan jika ditemukannya komunikasi yang tidak baik dalam keluarga. Komunikasi keluarga yang baik akan memberikan pengaruh yang positif dan menjadikan anggota dalam keluarga tersebut menjadi nyaman dan aman.

Hubungan antar anggota keluarga akan semakin dekat, saling terbuka, saling support, dan saling bantu satu dengan yang lainya. 

Tidak hanya berpengaruh dalam keluarga saja, anggota keluarga yang merasakan pengaruh positif dalam komunikasi keluarga akan memberikan dampak atau pengaruh positif juga kepada orang luar atau masyarakat lainnya.

Komunikasi interpersonal pada keluarga yang tidak baik akan memberikan pengaruh yang negatif. Hal ini dapat menjadikan anggota keluarga menjadi tidak nyaman dan risih jika berada dalam atau berdekatan dengan lingkup keluarganya. 

Rasa benci atau kesal dapat muncul dalam hati para anggota yang tidak merasakan komunikasi keluarga yang baik. Gangguan- gangguan kesehatan mental juga berpeluang dialami oleh korban dan bahkan dapat berakibat fatal.

Hal ini akan menjadikan penyakit atau dampak yang negatif dalam keluarga maupun masyarakat luar.

 

Ditulis : PUTRI DWI NURAINI

2F ILMU KOMUNIKASI UIN SUSKA RIAU

12240323882

Comment