Penyalainews, Pekanbaru - Catatan buruk kembali tercoreng dalam pengelolaan blok Rokan oleh perusahaan pelat merah PT.Pertamina Hulu Rokan (PHR) , mulai dari terbakarnya travo dibalai pungut sehingga mengakibatkan produksi minyak mentah merosot dari yang biasanya 165.000 barel perhari menjadi 70.000 barel perhari, ditambah lagi berentetannya pekerja sub kontraktor meninggal dunia
Baru-baru ini seorang Floorman dari PT. Asrindo Citraseni Satria (ACS) harus meregang nyawa dikarenakan mengalami kecelakaan kerja akibat tertimpa Full Opening Safety Valve (FOSV).
Kejadian bermula setelah selesai memasukkan pompa reda elektrik dan roda pengerek dalam posisi turun, kru memposisikan kait pengerek ke center well, pada saat melakukan proses ini, korbanpun menggunakan FOSV sebagai pemberat.
Ketika driller mengangkat penggerek, tersangkut pada meja rig sehingga FOSV terlepas kemudian mengenai korban yang berada di Area Working Platform (AWP).
Terkait tewasnya pekerja PT. PHR di blok Rokan, Desk Communication PT. Pertamina Hulu Rokan Feri Sri Wibowo belum menjawab pertanyaan wartawan ketika dihubungi pada Jum'at 20 Januari 2023.
Menanggapi kabar duka tersebut, koordinator Umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau (AMPR) Zulkardi menegaskan kali ini tidak ada lagi alasan untuk tidak memecat Jeff A Suardin sebagai direktur utama Pertamina Hulu Rokan (PHR).
"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa pekerja Operasional RIG kontraktor PHR semalam dan kali ini sudah tidak ada alasan apapun lagi untuk tidak memecat Jeff A Suardin karena terlalu banyak memakan korban pasca dirinya memimpin,"ucap Zulkardi, Jumat , (20/01/2023)
Kali ini, sebut Zulkardi sebagai perusahaan pelat merah yaitu PT. Pertamina Hulu Rokan manajemen telah gagal dalam menerapkan Standart Operating Procedur (SOP) keselamatan kerja .
"Adapun sanksi yang tepat untuk merubah catatan buruk perusahaan BUMN ini ialah memberhentikan secara tidak hormat petinggi PHR sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka dalam mengelola blok Rokan, kami meminta Jaffe A Suardin beserta bawahan agar mampu mengevaluasi diri, kalau perlu mundur dari jabatannya,"tegasnya
Selanjutnyam, terang Zulkardi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau akan kembali mengirim laporan terkait adanya penambahan jumlah korban tewas dilingkungan kerja PHR kepada Pertamina dan juga Menteri BUMN.
"Kami minta Menteri BUMN dan Pertamina segera memecat Jaffe A Suardin sebagai Direktur Utama, sebagai Sosial Control dalam waktu dekat tentu kami akan melaporkan kejadian ini ke Menteri, jika diperlukan AMPR akan melakukan aksi unjuk rasa di gedung Kementrian BUMN," tutup Zulkardi.***red/rfm/tim

Comment