Sepuluh bulan Covid-19 menyerang, Karyawan swasta di Riau sukses budidaya Ikan Hias hingga tembus pasar benua Amerika

Penyalainews, Riau - Virus Corona atau yang dikenal Covid-19 pertama kali masuk di Indonesia pada 2 Maret 2020, awal penyebarannya dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif terpapar oleh makhluk bersel satu itu.

Seiring berjalannya waktu lebih kurang sepuluh bulan Covid-19 mewabah, tanpa disadari banyak faktor negatif yang dialami oleh Indonesia terutama bidang ekonomi, indikator minus (dampak) itu mengarah kepada masyarakat yang prekonomiannya rentan.

Berawal dari situlah, masyarakat sadar bahwa tidak bisa bergantung kepada organisasi swasta maupun pemerintah, pasalnya bukan dibidang daya beli saja yang mengalami penurunan dari Covid-19, bahkan dampaknya juga menyerang industri dan perusahaan-perusahaan ritel.

Ditengah pandemi ini, muncul tren bisnis musiman yaitu budidaya ikan hias, mengangkat cerita ikan hias berikut ada kisah yang bisa dibilang motivatif, ada salah seorang karyawan swasta di provinsi Riau yang bernama Budi Simanjuntak, SH yang tergolong sukses  membudidaya bemacam ikan hias, ia sedikit membagikan pengalamam beternak ikan hias  ketika Virus Corona menyerang, adapun imbasnya keperusahaan ditempatnya berkerja mengalami kontraksi cukup signifikan.

Budipun bercerita , sebelumnya ia juga telah merintis budidaya ikan hias ini, tetapi  hanya sekedarnya saja dan tidak fokus. Dikarenakan kondisi saat iini, ketika virus corona melanda bahwa bisnis ikan hias sangat menjanjikan .

"Saya tidak menyangka, bisnis ikan hias dimusim pandemi ini ternyata mampu memberikan keuntungan, faktor utama laku kerasnya adalah saat virus corona mewabah, jadi ketika orang tidak punya ruang untuk beraktifitas banyak yang beralih hobi, salah satunya ternak ikan hias, ya cukup besyukur dengan hasil yang telah saya jalani selama hampir 10 bulan ini,”cerita Budi ketika dikunjungi dirumahnya di desa Telayap kecamatan Pangkalan Kuras kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Minggu (03/01).

Kolam semi permanen milik Budi Simanjuntak, SH

Awal mula menjajaki bisnis ini, Budi mengatakan dikarenakan pekerjaannya banyak dijadwalkan sistem Work From Home (WFH), jadi ia memanfaatkan waktu kosong untuk mengembangkan usaha miliknya itu, adapun jenis ikannya ia cukup detil menjelaskannya.

“Sini saya jelaskan sedikit jenis ikannya, kita mulai dari ikan Cupang itu ada Nemo dan Avatar yang mempunyai kelas Actinopterygii jenis ini yang paling banyak di minati, selanjutnya Guppy dengan turunan genetiknya Blonde Vienna Bottom Sword Singa Blue Tail, Metal Yellow Lace Crown Tail, Black Scin Cobra, Yellow Lace Double Sword mereka berspesies Poecilia Reticulata, itu merupakan dua jenis yang tergolong ikan hias kelas menengah,"jelasnya.

Adapun jenis yang sangar dari asal muasalnya adalah Discus dengan nama latinnya Symphysodon SPP, ini merupakan satu dari tiga spesies ikan air tawar Cichlids yang berasal dari lembah Sungai Amazon.

"Berikutnya Manfish atau Angelfish merupakan ikan hias air tawar yang berasal dari keluarga Cichilds nama ilmiah dari ikan Manfish ialah Pterophyllum dengan jenis Manfish Marble dan Manfish Black, selanjutnya Pelaty Merah Putih adalah ikan hias air tawar dari keluarga Poeciliidae dengan nama ilmiahnya Xiphophorus Helleri, itulah jenis ikan hias yang saya miliki, sebetulnya masih banyak lagi tetapi tidak bisa dibahas hanya dengan waktu setengah hari saja,"terang Budi.

Aquarium untuk proses perkembangbiakan ikan hias milik Budi Simajuntak, SH

Bicara soal marketnya, Budi menyebutkan pernah ada konsumennya itu berasal dari negara Venezuela ingin membeli ikan hias miliknya, sebelumnya ia sering mempublikasikan rutinitasnya dimedia sosial grup Facebook dan Tiktok. Sehingga peminat dari luar negeri menjangkau serta banyak yang melirik.

"Memang beberapa bulan lalu ada rekan saya yang berasal dari Venezuela, dia ingin membeli beberapa jenis ikan hias koleksi saya, tetapi dikarenakan masih dimasa transisi Covid-19 saya tidak bisa bergerak banyak, kendala saya adalah jasa ekpedisi yang bisa menjangkau ke benua Amerika itu, dikarenakan kondisi saya sampaikan kepada dia kita tunggu Covid-19 mereda, barulah kita leluasa untuk mengirimnya, tetapi sebelumnya saya sudah koordinasi dengan balai karantina, jadi saya ikut aturan dan undang-undang, supaya aman saya juga berniat menyalamatkan habitat milik negara kita ini,"sebutnya.

Kalau untuk income, Budi tidak mau menyebutkan secara ditail yang jelas cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sembari menutupi pakan dan biaya pemeliharaanya.

"Saya sebetulnya tidak terpaku pada keuntungan atau income, usaha saya ini samata-mata karena hobi. Jadi kalau untuk hasilnya biar ajalah mengalir, yang penting niat saya baik, saya berharap Covid-19 ini cepat ditemukan obatnya agar kita bisa kembali ke situasi semula kala, sedikit pesan saya untuk seluruh masyarakat khususnya Riau jangan pernah berputus asa, dampak dari wabah ini mengimbasi semua khalayak, kita harus yakin kita pasti bisa melalui masa sulit ini, tetap semangat dan senantiasa diberi kesehatan,"tutupnya.***rfm

Penulis : Rezky FM

Comment