Bahan Baku Tengah Murah, ESDM Niat Turunkan Harga Elpiji Subsidi

Pennyalainews - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serapan subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) mengalami penurunan sampai Oktober 2019. Hal ini karena harga bahan baku elpiji, berdasarkan patokan CP Aramco, juga mengalami penurunan.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyatakan penurunan serapan subsidi LPG ini sudah didiskusikan dalam Rapat Terbatas (Ratas). Pemerintah pun masih menimbang penyesuaian harga jual LPG bersubsidi mengikuti kondisi harga patokan tersebut.

"Tadi diskusi di ratas, confuse mau sesuaikan apa tidak, turun separuh harganya," jelasnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/7).

Pihaknya mencatat penggunaan subsidi LPG sepanjang 2019 mengalami penurunan. Di mana, Januari 2019 sampai Mei 2019, rata-rata penggunaan subsidi sekitar Rp 4 trilun per bulan. Pada periode Juni sampai Juli 2019 turun menjadi Rp 3 triliun per bulan.

"Januari sampai Mei Rp 19,2 triliun. Juni Juli angkanya Rp 6 triliun lebih," kata Menteri Jonan.

Menteri Jonan melanjutkan, untuk subsidi LPG dari Agustus sampai September 2019, diperkirakan akan mengalami penurunan kembali. Hal ini disebabkan penurunan harga bahan baku LPG yaitu propane dan butane dari USD 500 menjadi USD 360 per ton.

"Forecast Agustus sampai Setember, tercatat di bawah Rp 3 triliun per bulan, atau Rp 2,75 trilin per bulan (subsidi elpiji). Karena LPG Aramco pada Juli harga propane di buthane USD 360 saja. Ini turun banyak kalau tahun lalu USD 500 CP Aramco rata-rata," paparnya.***red/frd

Sumber : Merdeka.com

 

Comment