Penyalainews, PEKANBARU | Banjir informasi membuka ruang berita bohong atau hoaks untuk masuk ke masyarakat, tak terkecuali di kalangan mahasiswa. Semakin banyak berita hoaks berseliweran, maka kian penting pula peningkatan kapasitas literasi digital seseorang.
Kepala Perwakilan Media Barometer Indonesia News Provinsi Riau, Adrian menyatakan masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat dengan mudah terpapar berita hoaks di era banjir informasi. Literasi digital dinilai penting untuk dimasukkan dalam pembelajaran kuliah mereka agar dapat diterapkan sehari-hari.
"Secara umum, seminar-seminar mengenai literasi digital dapat digalakkan untuk meningkatkan pengetahuan dan etika mahasiswa di dunia maya," ujarnya di hadapan sekitar 100 mahasiswa dalam seminar literasi digital di Hotel Winstar Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jum'at (14/7/2023).
Fokus pembelajaran, lanjut Wiratmaja, memang untuk mahasiswa program studi komunikasi dan hubungan internasional. Walakin, ilmu literasi digital akan tetap disebarkan kepada semua mahasiswa sebagai pemimpin masa depan. Dengan literasi digital yang memadai, calon pemimpin masa depan ini dapat mengambil keputusan yang bagus.
Menurut Kepala Perwakilan Media Barometer Indonesia News Provinsi Riau, hal terkait literasi digital penting dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Setiap informasi yang diproduksi untuk masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan oleh pembuat konten.
"Informasi yang dihadirkan itu memiliki dampak untuk publik. Oleh karena itu, tercipta tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi oleh kreator konten. Hingga kini, tanggung jawab itu baru melekat pada perusahaan pers," ucapnya.
Literasi digital dasar yang perlu dimiliki untuk menangkal berita hoaks adalah pengetahuan konten, literasi media, dan pemikiran kritis.
Informasi hoaks jauh lebih banyak ketimbang yang benar. Gelombang hoaks ini belum dapat ditanggulangi secara signifikan karena dapat diproduksi oleh mesin atau robot (bot) dengan tujuan-tujuan tertentu.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hal itu, pemerintah dan perusahaan media, kata Adrian, perlu melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya literasi digital kepada semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Hal ini kemudian dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat untuk menyeleksi informasi yang mereka terima dengan konsep saring sebelum sharing (membagikan).
Selain itu, kedepan masyarakat akan menerima informasi dari sumber yang jelas dan tidak hanya dari satu sisi, tetapi dari semua sudut pandang pihak-pihak yang terlibat dalam pemberitaan. Hal tersebut sudah menjadi tujuan dan ciri khas Kompas sebagai media arus utama.
Kepala Perwakilan Media Barometer Indonesia News Provinsi Riau, Adrian memaparkan materi literasi digital kepada para peserta seminar di Universitas Riau, Kota Pekanbaru, Jum'at (14/7/2023). Derasnya arus informasi yang terjadi saat ini melatarbelakangi penyelenggaraan seminar bertema " Sosialisasi Peran Pers Dalam Menangkal Hoak Terhadap Mahasiswa," kerja sama Media Barometer Indonesia News bersama Universitas Riau ini. Seminar yang diikuti ratusan peserta dari mahasiswa Universitas Riau ini berlangsung ramai.
Rian

Comment