PETI Alat Berat Ngeruk di Kuansing Luput Dari Pantauan Aparat !

Penyalainews, TALUK KUANTAN - Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dinilai hanya melakukan pencitraan dalam penindakan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing). Buktinya, APH begitu rajin merazia PETI dompeng (jenis kecil), namun tak mengetahui jika ada PETI jenis alat berat Box yang seminggu mengeruk emas di Desa Koto Kombu, Hulu Kuantan, Kuansing.

Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Kabupaten Kuansing Rowandri, meminta kepada APH agar betul-betul adil dalam menindak aktifitas PETI di Kuansing. Jangan terkesan bermain mata dengan para pemain PETI besar yang menggunakan alat berat.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak Polda Riau agar dapat turun dan menangkap para pemain PETI yang menggunakan alat berat. Sebab, kalau dibiarkan bisa merusak lingkungan di Desa Koto Kombu dan Kuansing pada umumnya.

''Jangan terkesan main mata. Yang kecil di tindak yang besar dibiarkan. Kita minta Polda Riau turun untuk menangkap pemain PETI yang menggunakan alat berat seperti di Desa Koto Kombu itu,'' ujar Rowan.

Diberitakan sebelumnya, Tak kurang seminggu lahan yang tak jauh dari Sungai Ulo, Desa Koto Kombu, Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dikeruk oleh penambang emas ilegal yang menggunakan alat berat. Namun anehnya aksi PETI ini tak tercium oleh aparat penegak hukum setempat.

Informasi yang diperoleh dari warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, Sabtu (03/12/2022) kemarin menyebutkan, alat berat yang tampak seperti box itu sudah seminggu melakukan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Menurut warga tersebut, Lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Ulo, Desa Kombu.

Parahnya lagi, lokasi penambangan ilegal itu juga tak jauh dari pemukiman warga. Sehingga tak heran aktifitas itu juga mengganggu warga sekitar terutama akibat bunyi yang dihasilkan alat berat tersebut.

''Bunyinya sering dikeluhkan warga. Seminggu mereka aman beraktifitas,''ujarnya.

Pihak warga pun berharap agar pihak aparat bisa melakukan penindakan terhadap pelaku PETI alat berat tersebut. Apalagi baru-baru ini terjadi tanah longsor tak jauh dari lokasi PETI. Menurutnya pemainnya diduga dari Muara Lembu berinisial AB.

Namun, tidak berselang lama setelah di beritakan oleh media online, pemain inisial AB alias Raja tambang ilegal kuansing diketahui telah mengeluarkan alat berat jenis escavator merk Caterpillar Warna Kuning dari lokasi yang berada di dusun Koto desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat setempat, bahwa alat berat itu dikeluarkan pada Minggu (04/12/2022) dinihari, sekira jam 02.30 WIB.

"Hingar Bingar alat berat keluar sempat mengganggu waktu istirahat kami karena lantang terdengar ke Pemukiman Warga,"kesal salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.***red/rls

Comment