Penyalainews, Pekanbaru - BUMD Riau Petroleum telah disahkan menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Kabar perubahan bentuk hukum dari PT menjadi Perseroda disampaikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Riau Petroleum tahun 2023.
”Tadi malam (Kamis, 21/12/2023) di DPRD Riau kita sudah rapat bersama dengan anggota dewan. Dan Riau Petroleum sudah disahkan menjadi Perseroda,” kata Komisaris Riau Petroleum, Muhammad Job Kurniawan di The Premiere Hotel, Pekanbaru, Jumat (22/12/2023).

FOTO : Muhammad Job Kurniawan, Komisaris PT Riau Petroleum saat membuka acara RUPS LB Tahun 2023
Penegasan perubahan ke Perseroda ini juga disampaikan pemegang saham dari Pemprov Riau. Kepala BPKAD Provinsi Riau Indra yang mewakili Pemprov Riau mengatakan bahwa setelah ia konsultasi ke Kemendagri, dari 5 (lima) BUMD yang usulkannya baru Riau Petroleum yang mendapat lampu hijau.
”Kemendagri punya hitungan khusus, makanya Riau Petroleum didahulukan. Jadi menjelang detik-detik terakhir terbit pengesahan Riau Petroleum menjadi Perseroda,” ujar Indra.
Dikatakan Indra pengesahan itu melalui rapat pembentukan peraturan daerah bersama anggota dewan DPRD Riau.
”Kerja keras dengan teman-teman dewan di DPRD Riau. Pada pukul 22.45WIB disahkan Riau Petroleum ini menjadi Perseroda,” kata dia.
Sementara itu RUPS LB ini ada 4 (empat) agenda penting. Yaitu perubahan AD ART, revisi RKAP tahun 2023, pengesahan RKAP tahun 2024 dan hal-hal lain.
Komisaris Riau Petroleum berharap dukungan dari pemegang saham untuk menjadikan Riau Petroleum sebagai Perseroda yang akan mencari keuntungan untuk daerah.

FOTO : Jajaran pimpinan Riau Petroleum, para pemegang saham dan tamu undangan tampak serius mengikuti acara RUPS LB Tahun 2023
“Mudah-mudahan pemegang saham sepakat, kami mohon dukungan utk perhatian Riau Petroleum bisa berbisnis di tahun 2024,” ujar dia ditengah jalanya rapat.

FOTO : Perwakilan Pemegang Saham dari Pemprov Riau, Indra SE, M.Si., MM.
Dikatakan M Job, dilaksanakanya RUPS LB Riau Petroleum tahun 2023 merupakan agenda penting. Begitu juga dengan pendapat pemegang saham dari Pemprov Riau, menurut Indra dilaksanakan RUPS LB karena adanya dana PI ke Riau Petroleum yang nominalnya sudah direncanakan sebagai pendapatan APBD Riau tahun 2023.
”Dari awal sudah kita siapkan dana PI ini masuk sebagai pendapatan APBD Riau tahun 2023 yang nilainya 800 miliar,” sebut Indra.
”Uang yang sudah ada di rekening Riau Petroleum ini agar bisa segera ditransfer ke Pemda,” kata Indra lagi.
Sebagai perwakilan pemegang saham dari Pemprov Riau, Indra sangat mengapresiasi setinggi tingginya pimpinan Riau Petroleum karena sudah bersinergi dengan pemda.
”Dan berhasil mendapatkan dana PI dari blok Rokan,” ujarnya kepada peserta RUPS LB, diruangan The Premiere Hotel, Pekanbaru.

Ditambahkan oleh Direktur Riau Petroleum, Husnul Kausarian menyampaikan kepada para pemegang saham bahwa perusahaan Riau Petroleum setelah berhasil mendapatkan dana PI dari Blok Rokan akan fokus pada pengembangan bisnis yang bisa menguntungkan untuk daerah.
”Saat ini Riau Petroleum sudah mengajukan proses lelang dan penunjukan pekerjaan yang potensial, dan sedang menunggu validasi dari PHR,’’ ungkap Husnul.
Lebih lanjut Husnul meminta agar pemegang saham menyetujui juga untuk pembangunan SPBU.

FOTO : Husnul Kausarian, Ph.D Direktur PT Riau Petroleum (Perseroda)
Seperti diketahui Riau Petroleum saat ini telah berhasil mengelola dana Partisipasi Interes 10% dari 4 (empat) Wilayah Kerja (WK), diantaranya WK Siak, WK Kampar, WK Rokan dan WK Mahato.
Riau Petroleum juga sedang menggesa 2 (dua) perolehan dana Partisipasi Interes 10% dari WK Malacca Strait dan WK Bentu. Dua WK ini sudah memasuki tahap 7 dari 10 tahapan yang harus dilalui.***red/rls

Comment