Siaga Kemarau Panjang, Perusahaan Sawit Ikuti Pelatihan Cegah Karhutla

Penyalainews, Pelalawan - Bencana asap yang panjang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karlahut) pada awal September lalu menjadikan hampir di seluruh daratan di Provinsi Riau menjadi penyumbang asap di Indonesia khususnya pulau Sumatera dan sekitarnya.

Menyikapi insiden tersebut, pihak pemerintahan daerah dan pusat menekankan kepada jajarannya disetiap daerah agar lebih serius meningkatkan pencegahan untuk meminimalisir terulangnya bencana nasional yang sempat mengganggu stabilitas ekonomi dan sektor pertanian Indonesia.

Ada beberapa perusahaan PKS (pabrik kelapa sawit) yang ada di provinsi Riau dinyatakan terlibat sebagai dalang kebakaran lahan dan hutan tengah menjalani proses penyidikan ditingkat Polres maupun Polda Riau.

Anak perusahaan Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK), PT Adei Plantation yang berizin operasi di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dengan luas HGU hampir 3.000 Ha itu dikabarkan mengikuti pembekalan guna meningkatkan kemampuan keahlian dalam melakukan pemadaman api dimusim kemarau panjang mendatang.

Dikutip informasi data yang dipublikasikan salah satu NGO pada Kamis (19/12/2019), Jikalahari yang konsen terhadap lingkungan menyebutkan bahwa provinsi Riau khususnya akan mengalami kemarau panjang selama 7 (tujuh) bulan sejak Februari atau Maret 2020 mendatang.

Mengantisipasi hal tersebut, dari pantauan Indonesia Berita setelah dilakukannya konfirmasi kepihak perusahaan, bahwa PT Adei melibatkan 130 orang untuk mengikuti Diklat pengendalian dan pemadaman Karlahut yang dilatih oleh Manggala Agni dari KLHK Provinsi Riau yang diselenggarakan selama dua hari, sejak tanggal 20-21 Desember 2019.

“Ia acara tersebut kami adakan sejak kemarin (20-21 Desember) hingga hari ini. Pelatihan langsung oleh bapak Edwid Putra (kepala koordinator Manggala Agni provinsi Riau) yang diikuti oleh team 8 orang,” jawab Budi Simanjuntak ketika dihubungi  awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (21/12/2019).

Budi mengatakan, bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan berkelanjutan sesuai instruksi Presdien Jokowi pada kunjungan kerjanya di Provinsi Riau.

“Kami memanifestasikan harapan presiden Jokowi begitu ,dengan 130 yang kami ikut sertakan dalam pendidikan dan pelatihan kepada Manggala Agni berharap mampu mengantisipasi kemarau panjang yang kabarnya selama 7 bulan kedepan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau, Edwid Putra, belum dapat dihubungi guna mendapatkan informasi lebih lanjut.***red/rls/tim

Editor : Rezky FM

Sumber : Indonesiaberita.com

Comment