Penyalainews, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi menghadapi ancaman kemarau panjang ekstrem (El Nino). Sejumlah upaya yang dipersiapkan untuk mengantisipasi ketahanan pangan nasional saat kemarau datang.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan antisipasi ketahanan pangan dalam menghadapi kemarau panjang harus segera diupayakan untuk menjaga stabilitas.
"Kita harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama saat kemarau nanti. Seperti memanfaatkan infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage saat kemarau datang", ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Jumat, 28 April 2023.
"Terutama pada bulan Agustus yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau tahun 2023," lanjut YSL, dikutip (30/4/2023)
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tahun ini akan terjadi kemarau yang ekstrem (El Nino).
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan ada berbagai upaya yang disiapkan untuk mengantisipasi ancaman El Nino.
"Diantaranya mendorong program asuransi usaha tani padi (AUTP), gerakan serbu El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayah - wilayah rentan kekeringan dengan memanfaatkan sumber - sumber air yang ada", jelas Ali Jamil.
Lebih lanjut, Ali Jamil mengatakan Kementan akan mendorong percepatan tanam menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda 2 dan roda 4.
"Tahun 2023 ini Ditjen PSP juga menyiapkan diantaranya alokasi bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda 4 (800 unit), traktor roda 2 (4.745 unit), pompa air 1.900 unit untuk seluruh indonesia," Imbuhnya
Selain itu, Kementan juga memaksimalkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tertera (RJIT) yang dapat meningkatkan efisiensi aliran irigasi hingga ke lahan sawah. "Tahun 2023 ini, Kementan juga akan mengalokasikan embung sekitar 500 unit, perpompaan 629 unit, perpipaan 250 unit, RJIT 3.213 unit, sebagai salah satu bentuk antisipasi el nino.” lanjut Ali.
Pada tahun 2020-2022 Kementan telah mengalokasikan kegiatan irigasi untuk meningkatkan ketersediaan air pada musim kemarau antara lain kegiatan RJIT sebanyak 11,866 unit, Perpompaan 2.177 unit, Perpipaan 439 unit dan Embung 1.531 unit.
Menurut Ali, infrastruktur irigasi yang telah dibangun pada tahun sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kemarau.
Editor : Junelka L Padang
Sumber : Tempo
.jpeg)
Comment